Top 7 News Harianjogja.com Rabu 13 September 2023
Selamat pagi, semangat menjalani hari. Izin kirim kabar dari Bumi Mataram Ngayogyakarta Hadiningrat, heritage-nya Indonesia, rumahnya start up.
Pemilik Jayasri Snack Sri Haryanti menjual stick sayur dan buah di pasar Sunday Morning di kawasan Universitas Gadjah Mada (UGM), Minggu (10/1/2016). (Bernadheta Dian Saraswati/JIBI/Harian Jogja)
Kuliner Jogja berupa stick sayur menjadi favorit ibu-ibu dan mahasiswa
Harianjogja.com, JOGJA-Berawal dari ketidaksukaan anak mengonsumsi sayuran, usaha stick sayur milik Sri Haryanti semakin laris di pasaran. Tidak hanya anak-anak, kalangan ibu dan mahasiswa pun doyan menyantap stick yang terbuat dari aneka sayur dan buah ini.
Yanti, nama sapaan perempuan 43 tahun ini memiliki anak yang enggan menyantap sayuran. Alhasil ia pun menemukan cara agar tubuh sang buah hati tetap tercukupi kandungan sayur dan buah yakni dengan mengolahnya menjadi stick, camilan yang kerap dijumpai di toko-toko snack.
Sayuran dan buah mulai dari brokoli, wortel, jagung, ubi ungu, ubi madu, jambu biji, dan pepaya, diubahnya menjadi makanan ringan favorit anak-anak. "Komposisinya satu banding satu. Satu kilo buah atau sayur dicampur satu kilo tepung," kata Yanti pada Harian Jogja saat berjualan di pasar Sunday Morning (Sunmor) kawasan Universitas Gadjah Mada (UGM), Minggu (10/1/2016) pagi.
Terlebih dulu bahan sayuran dan buah tersebut dihancurkan dan diubah menjadi selai. Di antara bahan yang ada, pembuatan ubi ungu dirasa paling sulit karena butuh kerja keras untuk memunculkan rasa ubi ungu yang tidak terlalu manis. Ketika terlalu banyak dicampur gula pasir, hasilnya juga akan lembek.
Sukses menjadi camilan favorit keluarga sendiri, muncul ide untuk memproduksi lebih banyak dan dijual. Akhirnya mulai tahun 2013 lalu, Yanti memproduksi sekitar 100 kilogram sayuran dan buah per minggu untuk dipasarkan ke berbagai instansi pemerintahan di Jogja.
Stick berlebel Jayasri Snack ini juga menjadi langganan mahasiswa Jogja. Mereka kerap membeli lebih dari sepuluh plastik untuk dijual kembali ke berbagai daerah. "Mereka jadi reseller dan dijual lagi. Favorit anak mahasiswa itu yang rasa jambu biji," ucapnya.
Yanti mengemas stick sayur menggunakan plastik 05 mm. Satu bungkus berisi 200 gram stick berbagai rasa dan dijual dengan harga Rp8.000 per bungkus. Warnanya pun juga bervariasi.
Stick rasa wortel tampil dengan warna orange, brokoli dengan warna hijau, ubi madu dengan warna kuning, ubi ungu tentu dengan warna ungu, jambu biji dengan warna pink atau merah muda sementara jagung dengan warna kuning. Untuk stick jagung, Yanti memproduksi dua varian rasa yakni jagung balado dan jagung pedas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Selamat pagi, semangat menjalani hari. Izin kirim kabar dari Bumi Mataram Ngayogyakarta Hadiningrat, heritage-nya Indonesia, rumahnya start up.
Timnas Iran memindahkan markas ke Meksiko jelang Piala Dunia 2026 demi mengatasi masalah visa dan keamanan.
Kepuasan pelanggan KAI Daop 6 Jogja terus meningkat hingga 4,55 pada 2025. Layanan makin nyaman, aman, dan ramah lingkungan.
BNPB mengimbau masyarakat waspada cuaca ekstrem usai BMKG memprediksi hujan lebat disertai angin kencang di sejumlah wilayah Indonesia.
Jadwal KRL Jogja-Solo terbaru 25 Mei 2026 lengkap. Tarif Rp8.000, berangkat hampir tiap jam, solusi cepat anti macet.
Bruno Fernandes mencetak 21 assist musim ini, memecahkan rekor Liga Inggris dan mengungguli Thierry Henry serta Kevin De Bruyne.