PLN KULONPROGO : Januari 2015 Permohonan Tiang Listrik Dipindah Diajukan, 2016 Realisasi

Sekar Langit Nariswari
Sekar Langit Nariswari Selasa, 12 Januari 2016 08:55 WIB
PLN KULONPROGO : Januari 2015 Permohonan Tiang Listrik Dipindah Diajukan, 2016 Realisasi

Tiang listrik di depan Pasar Sentolo dipindah (Sekar Langit Nariswari/JIBI/Harian Jogja)

PLN Kulonprogo menjawab permintaan warga setempat.

Harianjogja.com, KULONPROGO-Supervisor PLN Rayon Wates, Suryanta menyatakan jika pemindahan tiang listrik tersebut merupakan permintaan pemkab Kulonprogo sejak Januari 2015 lalu.

Tiang listrik yang ada di tengah jalan di depan Pasar Sentolo tersebut digeser sejauh 5 meter ke arah timur hingga ke tepi jalan. Sebelumnya, tiang listrik ini berada tepat di tengah jalan sehingga mengganggu kendaraan yang lalu lalang. Ini merupakan efek dari pelebaran jalan yang dilakukan oleh Pemkab Kulonprogo pada 2015 lalu.

“Sudah dari tahun lalu permintaanya, tapi baru ada kesempatan sekarang,” ujar Suryanta saat dihubungi Harianjogja.com, Senin (11/1/2016)

Disinggung mengenai pemadaman listrik untuk konsumen listrik sekitar, Suryanta mengaku sudah memberi pemberitahuaan. Namun, pemberitahuaan langsung hanya dilakukan sebatas pada konsumen listrik dengan daya yang besar. Sedangkan untuk konsumen rumahan atau dengan daya yang kecil diberitahukan melalui siaran radio sehari sebelumnya.

“Bukan bermaksud mengecilkan pelanggan, hanya saja jumlahnya[pelanggan rumah] banyak jadi kami sebarkan lewat Radio Binangun saja,” ujar Suryanta. Ia sendiri menjamin jika pekerjaan pemindahan tersebut akan selesai dalam sehari dan meminta warga untuk memaklumi ketidaknyamanan yang terjadi karenanya.

Susilo, warga sekitar yang memiliki usaha depot air minum menyatakan jika ia tidak tahu menahu mengenai pemadaman ini. Pemadaman yang berlangsung sejak pukul 10.30 ini berimbas pada usahanya. Untuk usahanya, ia mengandalkan mesin air minum yang dioperasikan dengan listrik. Sejak siang, ia hanya sebatas mengandalkan persediaan air galonan yang telah diisi sebelumnya. Sedangkan beberapa galon kosong lainnya masih harus menunggu hingga listrik menyala untuk diisi.

Hal serupa juga dinyatakan oleh Ningsih, pekerja salah satu usaha laundry. Ia mengaku tidak tahu mendapatkan pemberitahuan mengenai pemadaman listrik hingga diberi tahu oleh salah satu tetangganya. “Tadi anak tetangga lihat internet jadi tahu kalo ada pemadaman,” ujar Ningsih. Ia juga mengakui jika pemadaman ini cukup mengganggu pekerjaannya yang mengandalkan listrik untuk mengoperasikan mesin cuci dan setrika.

“Iya, jadinya gak bisa nyuci nyetrika,” ujar Ningsih. Terlebih lagi, di musim penghujan ini ia juga mengandalkan mesin pengering untuk mengeringkan pakaian pelanggannya. Meski mengeluh, Ningsih menyatakan bahwa selama pemadaman itu benar-benar hanya seperlunya maka hal tersebut masih bisa dimaklumi.

“Besok tinggal minta pengertian ke pelanggan daripada tiang listriknya di tengah jalan, aneh,” ujarnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online