ORANG HILANG : Polda DIY Hadirkan Psikiater untuk Dampingi Dokter Rica saat Diperiksa

Sekar Langit Nariswari
Sekar Langit Nariswari Selasa, 12 Januari 2016 09:55 WIB
ORANG HILANG : Polda DIY Hadirkan Psikiater untuk Dampingi Dokter Rica saat Diperiksa

Seorang jurnalis mengambil gambar kedatangan dr Rica Tri Handayani, anak serta suaminya Aditya Akbar Wicaksono saat tiba di Polda DIY, Senin (11/1/2016). Polda DIY berhasil membawa pulang dr. Rica beserta saudara yang diketemukan di wilayah Kalimantan. (Gigih M. Hanafi/Harian Jogja)

Orang hilang yang diduga karena mengikuti ormas tertentu, Dokter Rica, berhasil ditemukan

Harianjogja.com, SLEMAN- Dokter Rica yang menghilang dan menghebohkan, telah tiba di Mapolda DIY, Senin (11/1/2016). Ia  diamankan bersama teman yang turut serta eksodus ormas Gafatar.

(Baca juga : http://www.harianjogja.com/baca/2016/01/11/orang-hilang-dari-sebuah-pulau-ke-pangkalan-bun-inilah-liku-liku-penemuan-dokter-rica-679750" target="_blank">ORANG HILANG : Dari Sebuah Pulau ke Pangkalan Bun, Inilah Liku-Liku Penemuan Dokter Rica)

Seorang wanita berkerudung jingga turun dari minibus yang di dalamnya dipenuhi anggota Brimob. Wanita itu mengendong anak balita berjalan dengan diarahkan petugas memasuki lobi Mapolda DIY untuk menuju ruang pemeriksaan Ditreskrimum. Ia menutup wajah dengan tangan kanan saat melihat puluhan kamera awakmedia. Sementara tangan kiri memeluk balita. Tangan kanan balita dalam gendongan itu mengenggam boneka kecil winnie the pooh warna kuning.

Perlahan terus berjalan dengan sandal jepit dan celana panjang berwarna coklat dengan dikawal ketat petugas. Puluhan wartawan menyerbu untuk mengabadikan gambar. Wartawan terkecoh. Rupanya dia bukan dokter Rica Tri Handayani yang menghebohkan itu. Melainkan ia adalah Veni dan anak balitanya. Veni dan suaminya Eko Purnomo, disebut-sebut yang mengajak Rica untuk eksodus ke luar Jawa, lalu menghilang. Keduanya memang tak seterkenal Rica di medsos.

Barulah, dokter Rica berjalan di paling belakangnya yang nyaris luput dari sorotan awakmedia. Rica turun dari minibus didampingi suaminya dokter Aditya yang ikut menjemputnya di Semarang. Tangan kiri Adit mengandeng tangan kanan Rica sembari terus berjalan menuju ruang pemeriksaan dengan penuh leluasa.

Rica mengenakan masker penutup wajah dengan kerudung hitam. Sepotong kain gendongan berwarna merah mengelantung di pundak hingga perut. Di balik kain itu terdapat anak balitanya yang sempat diajak eksodus, Zafran Alif Wicaksono. Mengenakan kacamata dan jeans warna biru, Rica berjalan tanpa suara.

Dua wanita berikut dua balita itu diamankan petugas di Bandara Iskandar, Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, karena turut dalam eksodus ormas Gafatar. Selain itu ada Eko Purnomo dan Krisma yang turut dibawa ke Polda DIY. Setibanya di Polda DIY, Senin (11/1/2016) sore keduanya ditempatkan di ruang Direktur Reskrimum dan ruang Wakil Direktur Reskrim Polda DIY.

Polisi masih kesulitan menyelidiki. Mereka masih bungkam. Petugas akan menggunakan pendekatan psikologi dalam melakukan pemeriksaan. Psikiater dari Biro Sumber Daya Manusia (SDM) Mabes Polri akan didatangkan ke Polda DIY untuk memberikan pendampingan kepada mereka, terutama wanita dan anak balita.

Mereka dijaga ketat petugas, tak ada yang bisa menemuinya selain keluarga. Bahkan awakmedia hanya mendapatkan waktu tak lebih dari 60 detik saat mereka berjalan dari minibus menuju ruangan yang jaraknya sekitar 20 meter.

Polisi secara tegas masih mensterilkan mereka karena belum mendapatkan banyak data dari kelompok ini. Jika mereka sudah bersedia bersuara, mungkin bisa membongkar apa sebenarnya terjadi dan latar belakang program eksodus menimbulkan bermunculannya kasus orang hilang yang menghebohkan jagad nasional itu.

"Makanya kita datangkan tim psikiater dari Mabes [Polri] untuk membantu agar bersedia dimintai keterangan. Setelah itu baru tahu detailnya, siapa perekrut, korban sampai mungkin pada dugaan tersangka," tegas Kapolda DIY, Brigjen Pol. Erwin Triwanto

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online