Jembatan Kretek Dua Bakal Diimbangi Pengembangan Wisata
Sejumlah warga yang tergabung dalam Forum Masyarakat Cinta Damai (Formacida) Jawa Timur melakukan kampanye menggunakan hak pilih dalam Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) 2015. Kampanye antigolput itu mereka lakukan dengan membagikan bunga dan selebaran ajakan untuk mencoblos di area Simpang Lima Gumul, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Minggu (6/12/2015). Aksi simpatik tersebut bertujuan untuk mensukseskan penyelenggaraan pilkada serentak 9 Desember 2015 yang jurdil, tertib, aman, dan damai guna terbentukny
Pilkada Kulonprogo akan digelar 2017, KPU belum berencana memanfaatkan media sosial untuk kampanye
Harianjogja.com, KULONPROGO- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kulonprogo belum berencana manfaatkan media sosial sebagai sarana kampanye.
Jelang pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) Kulonprogo 2017 mendatang, KPU Kulonprogo masih merencanakan fasilitas kampanye terbatas pada media cetak, media elektronik dan selebaran. “Kalau untuk sosial media, kami belum punya bayangan,” ujar Panggih Widodo, Divisi Teknis KPU Kulonprogo, Kamis (14/1/2016).
Tak hanya pemanfaatan sosial media bagi fasilitas kampanye pasangan calon (paslon), KPU juga belum memiliki rencana aturan penggunaan sosmed sebagai media kampanye oleh paslon.
Meski demikian, Panggih menyatakan bahwa pihaknya masih membuka kesempatan dan masukan mengenai pelaksanaan pilkada, khususnya pemanfaatan sosmed. Ia menambahkan bahwa berkaca dari pemilihan presiden (pilpres) yang lalu menunjukkan bahwa sosmed merupakan salah satu sarana kampanye yang efektif.
KPU Kulonprogo sendiri saat ini sedang mengajukan anggaran pelaksanaan pilkada sejumlah Rp14,3 miliar. Dari total dana, anggaran fasilitasi kampanye paling mendominasi hingga Rp1,5 miliar. “Fasilitasi kampanye menyedot sekitar Rp1,5 miliar,” ujar Panggih.
Menurutnya hal ini menjadi tambahan pos anggaran mengingat sebelumnya KPU tidak menyediakan fasilitas kampanye.
Total anggaran fasilitasi kampanye ini diasumsikan untuk membiayai 6 pasangan yang akan memperebutkan suara. “Asumsinya ada 6 paslon [pasangan calon], 4 dari partai dan 2 dari independen,” ujar Panggih. Jumlah calon ini dihitung dari kuota kursi di tingkat dewan serta kemungkinan munculnya paslon independen.
Total anggaran yang akan dibagi untuk 6 calon tersebut akan digunakan untuk membiayai kampanye melalu media cetak, media elektronik, dan selebaran. “Nanti akan ada leaflet yang dibagi utuk setiap KK [Kepala Keluarga],” kata Panggih. Karena itu, dipastikan KPU akan menyediakan fasilitas kampanye berupa selebaran sesuai dengan jumlah KK di Kulonprogo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PSIM Jogja incar 10 besar Super League. Laga penentuan lawan Arema FC jadi kunci di pekan terakhir.
Mahkamah Agung tolak PK kasus korupsi selter tsunami Lombok. Vonis 6 tahun penjara tetap berlaku.
Garebeg Besar Jogja digelar sederhana. Sultan HB X sebut penghematan jadi alasan, tanpa kurangi nilai sakral.
UMKM berpeluang dapat diskon 50% biaya e-commerce. Simak syarat lengkap dari Menteri UMKM Maman Abdurrahman.
Mahasiswa asal Boyolali membawa kabur motor pemuda Sleman bermodus ajak memancing setelah berkenalan lewat TikTok.