PERTANIAN GUNUNGKIDUL : 10 Ha Lahan Petani Dilaporkan Mengering

David Kurniawan
David Kurniawan Senin, 18 Januari 2016 22:55 WIB
PERTANIAN GUNUNGKIDUL : 10 Ha Lahan Petani Dilaporkan Mengering

Ilustrasi kekeringan. (JIBI/Solopos/Dok.)

Pertanian Gunungkidul berisiko alami kekeringan di musim hujan.

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Anomali cuaca yang terjadi akhir-akhir ini berdampak terhadap pertumbuhan tanaman padi milik petani. Hingga sekarang, Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (DTPH) Gunungkidul mendapatkan laporan resmi, sebanyak sepuluh hektare lahan di Kecamatan Saptosari mengalami kekeringan.

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Gunungkidul Azman Latif mengaku terus melakukan pemantauan terhadap ancaman kekeringan. Diakuinya meski saat ini sudah memasuki musim hujan, namun beberapa waktu lalu hujan sempat berhenti lumayan lama. Akibatnya banyak tanaman milik warga kurang tumbuh subur karena lahan yang mengalami kekeringan.

“Memang sudah ada laporan. Namun, sampai sekarang yang melaporkan baru di Saptosari dengan jumlah lahan kekeringan mencapai sepuluh hektare. Data ini masih bisa berkembang, karena belum semua wilayah melaporkan secara resmi,” kata Azman kepada Harianjogja.com, kemarin (18/1/2016).

Dia menjelaskan, pemkab tidak dapat berbuat banyak terkait dengan wilayah yang terjadi kekeringan. Hal itu tidak lepas dari lokasi lahan yang masuk dalam kategori lahan kering, sehingga saat tak terjadi hujan maka daerah-daerah itu mengalami kekeringan.

“Kami hanya bisa berharap agar hujan segera turun sehingga tanaman milik petani tetap bisa tumbuh,” ujarnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online