ORMAS GAFATAR : Pemulihan Mental, Faza akan Didampingi Kyai

Sunartono
Sunartono Jum'at, 22 Januari 2016 14:20 WIB
ORMAS GAFATAR : Pemulihan Mental, Faza akan Didampingi Kyai

Heboh warga terkait organisasi kemasyarakatan (ormas) Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) membuat tabloid Gafatar terbitan 2014 kembali disimak Jombang, Rabu (13/1/2015). Gafatar memang tak lagi menerbitkan tabloid setelah dibubarkan atas inisiatif sendiri, Agustus 2015 lalu. Heboh itu dipicu seruan Majelis Ulama Indonesia yang berkeyakinan bahwa ormas Gafatar tak lain adalah Negara Karunia Semesta Alam (NKSA), nama baru dari Al-Qiyadah Al-Islamiyyah dan Komunitas Millah Abraham (Komar). Sekte itu diganti nam

Ormas Gafatar, untuk mantan anggota akan mendapat pendampingan.

Harianjogja.com, SLEMAN - Salahsatu korban orang hilang, Faza Anangga Novansyah tiba di Mapolda DIY, Kamis (21/1/2016) sekitar pukul 10.00 WIB. Meski sebelumnya pernah bergabung bersama ormas Gafatar tetapi kedatangannya ke Kalimantan bukan untuk ikut di Kamp Gafatar, melainkan membuka usaha baru bersama temannya. Orangtua Faza akan meminta bantuan Kyai untuk pemulihan mental.

Faza dilaporkan hilang oleh orangtuanya di Mapolda DIY pada Senin (11/1/2016). Ia pergi tanpa meninggalkan pesan, tetapi sempat menyampaikan kepada orangtuanya akan bekerja di Kalimantan. Karena sebelumnya sempat aktif di ormas Gafatar, Sukardi orangtua Faza pun berinisiatif melaporkan anaknya yang hilang.

Sehari setelah dilaporkan hilang, Satgas Ditreskrimum Polda DIY langsung bergerak melakukan pencarian. Pada Selasa (12/1/2016) Faza berhasil ditemukan kepolisian di Delta Pawan, Ketapang, Kalimantan Barat. Ia dijemput petugas bersama orangtuanya pada Rabu (20/1/2016) lalu tiba Mapolda DIY pada Kamis (21/1/2016) pagi.

Sukardi menceritakan, ditemukan Faza berkat kerja keras kepolisian. Setelah melaporkan, sehari berikutnya petugas berhasil menemukan salahsatu nomor ponsel milik temannya yang sama-sama berada di Ketapang.

Nomor itu didapatkan karena mereka sedang mengajukan syarat administrasi izin usaha pengolahan air mineral. Faza termasuk salahsatu yang akan ikut serta menjalankan bisnis tersebut. Petugas pun berhasil menghubungi ponsel teman Faza, selain itu karena derasnya pemberitaaan, Faza lalu datang sendiri ke kepolisian di Polres Ketapang.

"Awalnya mau mengajukan izin usaha, petugas berhasil berkomunikasi dengan teman Faza, lalu dia inisiatif datang ke kantor polisi karena ramai juga diberitakan hilang," ungkap Sukadi saat di Lantai II Gedung Ditreskrimum Polda DIY, Kamis (21/1/2016).

Faza lalu diamankan di Mapolres Ketapang karena masuk dalam daftar orang hilang sembari menunggu penjemputan dari Polda DIY. Selama delapan hari ia tidur di Mapolres, rekan kerjanya datang setiap hari untuk mengirimkan makanan. Sukadi belum bertanya lebih detail kepada anaknya terkait identitas teman-temannya tersebut. Tetapi ia menegaskan, Faza bukan tinggal bersama orang-orang di Kamp melainkan akan membuka usaha dengan mengontrak sebuah rumah di Ketapang.

Ia bertemu anaknya di Bandara Supadio Pontianak pada Rabu (20/1/2016) sekitar pukul 18.00 WITA. Sedianya akan langsung kembali ke Jogja namun karena cuaca tidak mendukung untuk penerbangan, akhirnya pukul 09.30 WIB, Kamis (21/1/2016) baru tiba di Bandara Adisutjipto Jogja.

Menurutnya, Faza beralasan tidak sempat menghubungi dirinya setelah tiba di Kalimantan menggunakan Kapal laut melalui Tanjung Mas Semarang. Saat ini ia akan berusaha mempertahankan Faza agar mencari pekerjaan di Jogja. Selain itu akan memberikan pendampingan khusus kepada Faza dengan meminta bantuan Kyai.

"Secara batiniah harus benar-benar didampingi dan kami minta bantuan kyai di rumah. Ini juga tadi disarankan [polisi] psikolog," tegasnya warga Warak, Sumberadi, Mlati, Sleman ini.

Direktur Reserse Kriminal Umum Kombes Pol. Hudit Wahyudi menegaskan, setibanya di Mapolda DIY, Faza dimintai keterangan. Dengan harapan dapat memberikan informasi dalam menguak orang hilang lainnya.

"Diperiksa kesehatannya juga dan dalam keadaan sehat," tegasnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online