DEMONSTRASI WARGA : Dianggap Cemari Lingkungan, Warga Sidomulyo Demo Kandang Babi
Ilustrasi demonstrasi (JIBI/Solopos/Antara/Ariawan Abhe)
Demonstrasi terhadap keberadaan kandang babi dilakukan oleh puluhan warga Dusun Plebegan, Sidomulyo, Bambanglipuro, Bantul, Selasa (26/1/2016). Mereka memprotes keberadaan kandang babi tersebut karena dianggap mencemari lingkungan.
Harianjogja.com, BANTUL — Puluhan warga Dusun Plebegan, Sidomulyo, Bambanglipuro, Bantul mendatangi balai desa setempat, Selasa (26/1/2016). Mereka memprotes keberadaan kandang babi milik Legimin, yang dianggap mencemari lingkungan.
Koordinator warga Tri Prabowo mengatakan, warga terpaksa menempuh jalan unjuk rasa lantaran upaya musyawarah bersama pemilik ternak babi tidak mambuahkan hasil.
“Sudah berkali-kali diajak musyawarah selalu menghindar,”ungkap Tri Prabowo, Selasa (26/1/2016).
Keberadaan kandang seluas lebih dari 700 meter persegi itu, menurutnya menimbulkan bau tak sedap dari kotoran ternak. Ada lebih dari 20 ekor babi di dalam kandang. Apalagi ia mengklaim kebersihan kandang tidak terjaga sehingga menimbulkan bau di mana-mana. Padahal sekitar 30 meter dari kandang terdapat musala.
Menurut dia, kandang babi tersebut telah berdiri selama 30 tahun tanpa izin. Sejatinya kata dia, warga sudah bertahun-tahun memprotes kandang tersebut. Termasuk mengadukannya ke dukuh setempat, namun upaya itu tidak berhasil.
Baru pada November tahun lalu, warga melaporkan kasus ini ke Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Bantul. Pemerintah lalu menggelar mediasi. Puncaknya pada Selasa, pemerintah menjanjikan sudah ada keputusan terkait nasib kandang babi itu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Share