Mahasiswa Jurusan Bahasa Mandarin asal Malaysia Praktik Mengajar di Jogja

Kamis, 28 Januari 2016 17:20 WIB
Mahasiswa Jurusan Bahasa Mandarin asal Malaysia Praktik Mengajar di Jogja

JIBI/SOLOPOS/ Sunaryo Haryo Bayu Para penarik becak yang mangkal di depan Pura Mangkunegaran mendapatkan bekal pelajaran bahasa mandarin sambil menunggu buka puasa di depan RM Omah sinten, Solo, Jumat (27/7). Pelajaran bahasa mandarin praktis tersebut berguna untuk berkomunikasi dengan para wisatawan asal Cina

Mahasiswa Jurusan Bahasa Mandarin dari New Era College (NEC) Malaysia menjalankan praktik pendidikan di Jogja

Harianjogja.com, JOGJA-Sejak 23 Januari lalu telah datang 13 mahasiswa dari New Era College (NEC) Malaysia untuk menjalankan praktik pendidikan di Jogja. Mereka akan mengajar di sekolah-sekolah mulai 25 Januari hingga 18 Maret.

Di antara mereka, sembilan berasal dari Jurusan Pengajaran Bahasa Mandarin bagi penutur asing dan empat mahasiswa lainnya dari jurusan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Sementara empat di antaranya merupakan Warga Negara Indonesia (WNI) asal Singkawang, Kalimantan Barat yang mendapat beasiswa untuk kuliah di NEC Malaysia.

Ketua Badan Koordinasi Pendidikan Bahasa Tionghoa (BKPBT) DIY Jimmy Sutanto mengatakan program ini merupakan kerjasama antara NEC Malaysia dengan BKPBT Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Kerjasama ini sudah memasuki tahun ke empat dan spesial untuk tahun ini mahasiswa yang dikirimkan paling banyak dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Para mahasiswa tersebut dikirim ke empat sekolah yakni empat mahasiswa di Sekolah Tiga Bahasa Budi Utama, empat di Sekolah Kristen Kalam Kudus, satu di Sekolah Mutiara Persada, tiga di Sekolah Kristen Klaten, dan ada seorang mahasiswi yang akan praktik di Xinlong Mandarin Education Center.

“Masing-masing akan melakukan observasi dan praktik di unit sekolah mereka. Pada bulan Maret, dosen mereka akan datang untuk menilai hasil praktik sebagai syarat untuk menyelesaikan kuliah di NEC Malaysia,” kata Jimmy dalam rilis yang diterima Harian Jogja, Rabu (27/1/2016).

Jimmy berharap dengan kerjasama ini dapat meningkatkan kualitas pengajaran Bahasa Mandarin karena terjadi interaksi antara pengajar lokal dengan mahasiswa tersebut.

Selain itu diharapkan teori yang diperoleh mahasiswa NEC ini dapat diwujudkan ke dalam praktik menarik untuk meningkatkan minat belajar Mandarin pada sekolah-sekolah.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online