ORMAS TERLARANG : Kyai Diharap Jadi Ujug Tombak Pencegahan Masuknya Paham Radikal

Sunartono
Sunartono Jum'at, 29 Januari 2016 04:21 WIB
ORMAS TERLARANG : Kyai Diharap Jadi Ujug Tombak Pencegahan Masuknya Paham Radikal

Warga membaca Surat Yasin di Diamond Solo Convention Center, Solo, Jawa Tengah, Minggu (16/3/2014) malam. Acara untuk memperingati 40 hari meninggal dunianya pendiri PT Sritex Tbk. H.M. Lukminto tersebut dihadiri ribuan tamu undangan yang membacakan tahlil dan Surat Yasin. (Ardiansyah Indra Kumala/JIBI/Solopos)

Ormas terlarang diharapkan bisa dicegah salah satunya dengan adanya tokoh agama

Harianjogja.com, SLEMAN- Kapolsek Tempel Kompol Henri Multi menambahkan, sebanyak 16 orang tokoh dan kyai dihadirkan untuk mencegah masuknya paham radikal.

Tokoh berasal dari delapan desa diharapkan dapat diajak bekerjasama menangani kamtibmas terutama berkaitan untuk menangkap ISIS dan Gafatar.

"Kami minta kepada mereka dapat menyampaikan pada masyarakat agar tidak ikut-ikutan paham seperti ISIS dan juga Gafatar," kata dia, Kamis (28/1/2016).

Menurutnya, soal radikal bukan permasalahan agama, tapi ajaran yang bersifat  anarkis atau memaksakan kehendak yang mengganggu ketentraman masyarakat.

Pertemuan itu, lanjutnya, menyepakati tidak semata-mata mempermasalahkan aliran tetapi pada tindakan radikal yang menganggu kamtibmas.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online