Angka Pernikahan di Ngaglik Turun, Pendidikan dan Ekonomi Jadi Faktor
Pernikahan di Ngaglik cenderung menurun. Pendidikan dan kesiapan ekonomi menjadi pertimbangan calon pengantin sebelum menikah.
Batik Jogja - Foto dibuat oleh AI/StockCake
Harianjogja.com, SLEMAN—Gebyar Batik Sleman 2026 kembali digelar untuk memperkuat promosi produk industri kecil dan menengah (IKM) sekaligus meningkatkan kesadaran pelaku usaha mengenai pentingnya sertifikasi halal. Kegiatan yang digelar Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Sleman bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sleman tersebut menjadi rangkaian peringatan Hari Batik Nasional dan Hari Batik Sedunia.
Gebyar Batik Sleman 2026 juga menjadi bagian dari Sleman Creative Week 2026. Selain menempatkan batik sebagai warisan budaya, kegiatan ini diarahkan menjadi ruang bagi pelaku IKM untuk mempromosikan, menjual, dan memperkenalkan produk mereka kepada masyarakat.
Ketua Umum Dekranasda Kabupaten Sleman, Mila Harda Kiswaya, mengatakan Gebyar Batik Sleman menjadi momentum untuk meneguhkan batik sebagai warisan budaya sekaligus memperkuat ekonomi kreatif di daerah.
“Batik bukan sekadar kain bermotif, tetapi karya wastra sebagai pengejawantahan budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi, sarat makna, harapan, doa, dan kearifan lokal,” kata Mila dalam keterangan tertulis, Senin (5/10/2026).
Menurut Mila, kegiatan tersebut juga menjadi ruang promosi, apresiasi, dan transaksi bagi produk IKM Sleman. Dengan rangkaian agenda yang disiapkan, masyarakat dapat mengenal sekaligus mendapatkan produk-produk IKM lokal.
Tiga Agenda Gebyar Batik Sleman 2026
Gebyar Batik Sleman 2026 menghadirkan tiga agenda utama. Ketiganya yakni Bazar Batik, Banjir Diskon, serta Sleman Halal Fashion & Craft.
Kepala Disperindag Sleman, Dwi Wulandari, menjelaskan Bazar Batik akan berlangsung pada 6-9 Oktober 2026 di Halaman Lobi Utama Gedung Grha Kriya Dekranasda Sleman. Sebanyak 20 IKM batik akan berpartisipasi dan menawarkan produk mereka secara langsung kepada masyarakat.
Agenda berikutnya adalah Banjir Diskon yang berlangsung pada 2-31 Oktober 2026 di Grha Kriya Dekranasda Sleman. Program ini memberikan potongan harga hingga 50 persen untuk berbagai produk IKM Sleman.
Besaran diskon dalam program tersebut menyesuaikan masing-masing pelaku usaha dan produk yang ditawarkan. Dengan demikian, masyarakat dapat menemukan berbagai produk IKM Sleman dengan variasi potongan harga selama program berlangsung.
Sementara itu, Sleman Halal Fashion & Craft dijadwalkan pada 9-11 Oktober 2026 di Atrium Jogja City Mall. Agenda tersebut digelar berkolaborasi dengan Jogja Fashion Rendezvous (JFR) 2026.
Edukasi Sertifikasi Halal untuk Pelaku IKM
Dwi Wulandari mengatakan Sleman Halal Fashion & Craft tidak hanya menjadi sarana promosi produk fashion dan craft Sleman. Agenda tersebut juga dimanfaatkan sebagai ruang edukasi bagi pelaku IKM mengenai kesiapan menghadapi sertifikasi halal.
Hal tersebut berkaitan dengan tahapan kewajiban sertifikasi halal yang mulai berlaku pada 18 Oktober 2026 untuk sejumlah kategori produk. Salah satunya mencakup barang gunaan tertentu seperti sandang, penutup kepala, dan aksesori.
“Unsur halal dalam rangkaian Gebyar Batik Sleman 2026 bukan sekadar tema promosi, tetapi diarahkan menjadi bagian dari edukasi dan tindak lanjut bagi pelaku IKM,” kata Wulan.
Edukasi yang diberikan mencakup sejumlah aspek dalam proses usaha. Mulai dari pemahaman mengenai bahan, proses produksi, ketertelusuran, hingga tahapan sertifikasi sesuai ketentuan yang berlaku.
Dengan agenda tersebut, pelaku IKM diharapkan dapat memahami hal-hal yang perlu dipersiapkan berkaitan dengan sertifikasi halal. Di sisi lain, kegiatan promosi tetap berjalan sehingga produk fashion, batik, dan craft Sleman dapat diperkenalkan kepada masyarakat.
Berlanjut dari Program Sinergi Sadar Halal
Penguatan edukasi halal dalam Gebyar Batik Sleman 2026 juga sejalan dengan program Sinergi Sadar Halal yang dikembangkan Pemkab Sleman sejak 2024. Program tersebut ditujukan untuk meningkatkan kesadaran pelaku usaha dan konsumen sekaligus memperkuat fasilitasi sertifikasi halal.
Dukungan Pemkab Sleman terhadap program halal sebelumnya mendapatkan penghargaan dalam Indonesia Halal Industry Awards (IHYA) 2025. Pemkab Sleman meraih Terbaik II kategori Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota yang Memberikan Dukungan Program Halal Terbaik.
Rangkaian Gebyar Batik Sleman 2026 pun mempertemukan dua aspek yang menjadi perhatian dalam pengembangan IKM, yakni penguatan produk lokal dan kesiapan pelaku usaha terhadap ketentuan sertifikasi halal. Melalui bazar, program diskon, serta agenda fashion dan craft, kegiatan tersebut sekaligus membuka ruang promosi dan edukasi bagi IKM Sleman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pernikahan di Ngaglik cenderung menurun. Pendidikan dan kesiapan ekonomi menjadi pertimbangan calon pengantin sebelum menikah.
DPRD Kota Jogja mendorong Raperda P4GN untuk memperkuat pencegahan, pemberantasan, perlindungan, dan rehabilitasi narkotika.
KPK mendalami mekanisme penerimaan mahasiswa baru Unsoed melalui jalur mandiri dengan memeriksa sejumlah saksi kasus dugaan korupsi.
SMKN 1 Adiwerna Tegal menjuarai Final Regional AXIS Nation Cup 2026 Semarang dan melaju ke Grand Final di Istora Senayan.
Gebyar Batik Sleman 2026 digelar dengan bazar, diskon hingga 50 persen, serta edukasi sertifikasi halal bagi pelaku IKM.
Tarif listrik kuartal IV 2026 segera ditetapkan. Bahlil Lahadalia memberi sinyal tarif listrik kemungkinan tidak mengalami kenaikan.