PEMULANGAN ANGGOTA GAFATAR : 3 Gafatar Ditolak di Kulonprogo, Ini Penyebabnya

Sekar Langit Nariswari
Sekar Langit Nariswari Selasa, 02 Februari 2016 22:54 WIB
PEMULANGAN ANGGOTA GAFATAR : 3 Gafatar Ditolak di Kulonprogo, Ini Penyebabnya

Kondisi warga eks Gafatar saat tiba di penampungan Balai Besar Latihan Ketransmigrasian (Balatrans) DIY di Jalan Tridadi, Sleman, Selasa (2/2/2016). (Abdul Hamied Razak/JIBI/Harian Jogja)

Pemulangan anggota Gafatar Kulonprogo, ada tiga orang ditolak

Harianjogja.com, KULONPROGO- Pemerintah Kabupaten (pemkab) Kulonprogo terpaksa menolak tiga orang mantan anggota Gafatar yang menyatakan ingin kembali ke Kulonprogo.

Pasalnya, ketiga orang tersebut bukan merupakan warga asli Kulonprogo sehingga dikhawatirkan akan menuai penolakan warga.

Hingga hari terakhir proses identifikasi warga mantan anggota Gafatar di Youth Center, Sleman, pemkab Kulonprogo menyatakan tidak ada lagi warga Kulonprogo yang terdeteksi sebagai warga Kulonprogo.

Meski demikian, Tri Wahyudi, Kepala Kantor Kesatuan Bangsa Politik (Kesbangpol) Kulonprogo menjelaskan bahwa ada tiga orang mantan anggota Gafatar yang mendarat di Jakarta dan menyatakan ingin kembali ke Kulonprogo.

Setelah menelisik mengenai data keluarga dan kependudukannya, pemkab Kulonprogo kemudian terpaksa menolak keinginan ketiga orang tersebut. Pasalnya, dari 3 orang yang mengaku ingin kembali ke Kulonprogo tersebut hanya ada 1 orang yang terbukti memiliki kakak kandung di Sentolo, Kulonprogo.

Terlebih lagi, kakak dari mantan anggota Gafatar tersebut juga bukan merupakan warga asli Kulonprogo namun hanya mengikuti suaminya yang berdomisili di daerah tersebut.

“Cuma 1 yang punya saudara di sini [Kulonprogo], yang lainnya tidak pernah ke sini malah,” ujar Tri, Selasa (2/2/2016).

Pasalnya, masyarakat hanya akan mau menerima kembali warganya apabila merupakan warga asli daerah tersebut.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online