Karhutla Landa Lima Kawasan Gunung di Jawa Timur, Api Belum Padam
Karhutla melanda lima kawasan gunung di Jawa Timur sejak 16 Oktober 2026. Tim gabungan melakukan pemadaman manual dan pemantauan titik api.
Pernikahan dini untuk UU perkawinan diharapkan direvisi.
Harianjogja.com, JOGJA-Sementara Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X mengungkapkan di DIY ada kecenderungan hamil di luar nikah terutama untuk anak usia SMP. Di rentang usia yang sama juga ada kecenderungan untuk melakukan kekerasan lebih dari rentang usia lainnya.
Untuk itu, Sultan meminta orangtua untuk bertanggungjawab terhadap anak mereka setidaknya sampai berusia 18 tahun. Hal ini menurutnya untuk mengatasi perkawinan dini dan hamil di luar nikah. Orangtua pun disebutnya harus berani terbuka untuk berdialog dengan anaknya terkait isu apapun.
“Orangtua juga harus paham kondisi anaknya, jangan lantas anak yang jadi korban karena orangtua dan lingkungannya tidak mau menerima kondisi anak itu,” tandas dia, Senin (8/2/2016)
Direktur Direktur Perencanaan, Pengendalian Kependudukan BKKBN Pusat Chamnah Wahyuni mengatakan pihaknya berusaha mengajukan Judicial Review Undang-Undang Perkawinan terutama untuk batasan nikah minimal. Saat ini usia minimal menikah untuk perempuan minimal 16 tahun. Mereka ingin menaikkan batas itu menjadi 18 tahun sesuai batas kategori usia anak.
“Tapi sampai sekarang belum disetujui,” imbuh dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Karhutla melanda lima kawasan gunung di Jawa Timur sejak 16 Oktober 2026. Tim gabungan melakukan pemadaman manual dan pemantauan titik api.
Mousa Bagayoko absen 3-4 pekan akibat cedera lutut. Pieter Huistra menyiapkan sejumlah opsi gelandang PSS Sleman untuk melawan Persik.
Anggaran infrastruktur DIY 2027 turun Rp33,25 miliar menjadi Rp1,157 triliun. Pemda memprioritaskan jalan, rumah sakit, dan transportasi.
Polri menyelidiki penyebab kebakaran KMP Batumandi di perairan Merak. KNKT juga diminta memeriksa aspek teknis dan nonteknis.
BRIN menduga serpihan benda langit yang jatuh di Sampit, Kalimantan Tengah, merupakan bagian roket ZhuQue-2E asal China.
PSS Sleman membawa 23 pemain yang sama untuk menghadapi Persik Kediri pada 22 Oktober 2026. Pieter Huistra memastikan skuadnya dalam kondisi baik.