Pelaku Usaha DIY Tertekan, Stimulus Dinanti
Rupiah mendekati Rp18.000 per dolar AS, KADIN Sleman mendesak stimulus ekonomi karena biaya produksi naik dan daya beli masyarakat melemah.
Penjual sayuran Pasar Kranggan, Darmiyati, sedang menjajakan dagangannya, Rabu (30/12/2015). (Berndheta Dian Saraswati/JIBI/Harian Jogja)
Pasar tradisional Jogja, ada 3 pasar yang direnovasi dan sudah selesai
Harianjogja.com, JOGJA-Kepala Dinas Pengelolaan Pasar Kota Jogja, Maryustion Tonang mengatakan sampai pengujung 2015 lalu pihaknya sudah selesai merenovasi tiga pasar, yaitu pasar Karangwaru, pasar Serangan dan pasar Kranggan.
Untuk pasar Kranggan pertengahan Januari lalu pihaknya sudah mulai merelokasi seluruh pedagang yang sebelumnya menempati lapak sementara di sisi utara dan selatan bangunan utama.
Pasar Serangan rencananya akan menyusul dengan proses selamatan 16 Februari mendatang. Sementara pasar Karangwaru yang juga sudah selesai direnovasi akan mulai diisi Maret mendatang.
“Sekarang di Serangan para pedagang sedang menyiapkan meja dhasaran. Nanti 16 Februari ada tasyakuran untuk mulai pindah ke dalam,” tutur dia, Selasa (9/2/2016).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Rupiah mendekati Rp18.000 per dolar AS, KADIN Sleman mendesak stimulus ekonomi karena biaya produksi naik dan daya beli masyarakat melemah.
Jadwal Prameks Jogja–Kutoarjo Selasa 16 Juni 2026 lengkap, cek jam berangkat dan tips agar tidak kehabisan tiket.
Cuaca Jogja hari ini Selasa 16 Juni 2026 cerah, suhu hingga 31°C. BMKG ingatkan potensi udara kabur pagi dan malam.
Komisi D DPRD DIY mendorong pergeseran anggaran kajian renovasi Stadion Mandala Krida dengan mengalihkan dana penyusunan detail engineering design (DED) ke kaji
Penumpang kereta api di Daop 6 Yogyakarta melonjak 54 persen menjelang libur Tahun Baru Islam. KAI menambah tiga perjalanan kereta untuk mengakomodasi lonjakan.
ESDM anggarkan Rp9,7 triliun untuk listrik desa 2027, target ribuan lokasi belum berlistrik hingga wilayah terpencil.