Ramadan dan Lebaran, Telkomsel Prediksikan Kenaikan Traffic 15%
Telkomsel mematangkan persiapan menghadapi periode Ramadan dan Idulfitri (Rafi) 2024.
JIBI/Desi Suryanto Sejumlah wisatawan berfoto dibawah papan nama Jalan Malioboro, Yogyakarta, Jumat (27/12/2013). Daya pikat Malioboro sebagai tujuan wisata memang tidak bisa surut meski di saat liburan sejumlah ruas jalan menuju kawasan belanja itu macet akibat tak mampu menampung banyaknya kendaraan yang melintas.
Wisata Jogja butuh Badan Promosi
Harianjogja.com, JOGJA-Kalangan pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengeluh karena hingga kini Jogja sebagai satu provinsi yang dikenal dengan destinasi wisatanya ini belum memiliki Badan Promosi Pariwisata.
Di antara lima kabupaten/kota yang ada, baru Sleman dan Jogja yang memiliki badan yang fokus pada promosi pariwisata ini.
Asosiasi Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) DIY menilai badan promosi ini sangat diperlukan dalam melakukan branding dan promosi wisata di suatu daerah.
Selama ini promosi wisata dilakukan sebatas kerjasama antara Asita, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY dan juga Dinas Pariwisata. Namun upaya ini tidak maksimal karena bagaimana pun juga tugas masing-masing pihak tersebut tidak hanya promosi pariwisata.
“Dinas Pariwisata branding, stakeholder selling. Tapi kan dinas juga kerjanya banyak jadi tidak bisa fokus [pada promosi],” ungkap Ketua Asita DIY periode 2015-2019, Udhi Sudiyanto, Senin (15/2/2016).
Menurut Udhi, Badan Promosi Pariwisata sangat diperlukan karena dapat menangani promosi secara independen. Ketika upaya promosi pariwisata dilakukan secara tidak independen, upaya untuk branding akan semakin terkendala. "Kita sebagai pelaku, kita itu jualan. Sementara kalau badan promosi itu untuk branding maka butuh yang independen," tegasnya lagi.
Ia berharap, pihak yang mengisi struktural Badan Promosi Pariwisata ini nantinya adalah orang yang menguasai dunia marketing tetapi juga konsen terhadap pariwisata.
Dicontohkan oleh Udhi adalah konsultan pariwisata yang berorientasi pada how to sell (bagaimana caranya menjual). Orang-orang seperti ini, kata Udhi, ketika ada destinasi yang tidak beres, mereka langsung dapat mengkoordinasikan kepada pengelola objek pariwisata untuk dilakukan perbaikan. Saat ini, beberapa provinsi yang telah memiliki Badan Promosi Pariwisata di antaranya Jawa Tengah, Bali, dan Kalimantan Selatan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Telkomsel mematangkan persiapan menghadapi periode Ramadan dan Idulfitri (Rafi) 2024.
Samsung mengungguli Apple dalam survei kepuasan pengguna smartphone di Amerika Serikat versi ACSI 2026. Galaxy S Series jadi yang tertinggi.
Dispertapang Kulonprogo mempercepat tanam padi MT 2 di Temon sebelum puncak El Nino agar produktivitas dan stok pangan tetap aman.
BRIN mengungkap penemuan 29 spesies flora baru di Indonesia sepanjang 2025 hingga awal 2026, termasuk Rafflesia dan anggrek.
Bulog mencatat stok beras mencapai 5,36 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah, didukung kapasitas penyimpanan 6,2 juta ton di seluruh Indonesia.
Pemda DIY memperkuat kesiapsiagaan bencana saat peringatan 20 tahun Gempa Jogja dengan menekankan budaya sadar risiko dan mitigasi.