OPINI: Apoteker Masa Depan Tidak Cukup Hanya Pintar tentang Obat
Pendidikan farmasi perlu menyiapkan apoteker masa depan yang kuat dalam ilmu, kolaborasi, literasi digital, AI, inovasi, kepemimpinan, dan perspektif One Health
Penjabat Bupati Sleman, Gatot Saptadi, mendengarkan penjelasan terkait Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan (Paten) Prambanan dari Camat Prambanan, Abu Bakar, Kamis (3/12/2015). (Bernadheta Dian Saraswati/JIBI/Harian Jogja)
Pelantikan kepala daerah di DIY telah berlangsung Rabu (17/2/2016), tiga penjabat bupati dikembalikan ke Pemda DIY dan diberikan jabatan baru
Harianjogja.com, JOGJA -- Tiga penjabat bupati di Sleman, Bantul dan Gunungkidul langsung dilantik dan diposisikan di tempat baru seusai pelantikan Bupati terpilih kabupaten Sleman, Bantul dan Gunungkidul di Bangsal Kepatihan Rabu (17/2/2016). Mereka ditempatkan sebagai kepala di lembaga daerah yang masih mengalami kekosongan jabatan.
Ketiga mantan penjabat bupati yang dilantik adalah mantan penjabat bupati Gunungkidul Budi Antono yang kembali ke posisi lamanya sebagai Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY, mantan penjabat bupati Bantul Sigit Sapto Raharjo yang menempati posisi baru sebagai kepala Dinas Kelautan dan Perikanan DIY serta mantan penjabat bupati Sleman Gatot Saptadi yang kini menjabat sebagai Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah DIY.
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X yang melantik ketiga pejabat eselon II itu mengatakan pelantikan ketiganya melengkapi pelantikan pejabat eselon II sebelumnya. Pelantikan ini juga disesuaikan dengan amanat Perdais nomor 3/2015 tentang Kelembagaan Pemerintahan DIY
Sama seperti pelantikan sebelumnya, Sultan juga meminta ketiga pejabat ini untuk mengedepankan inovasi dalam bekerja di posisi barunya. Inovasi itu menurutnya menjadi nilai tambah yang bisa membantu memajukan DIY di berbagai bidang.
"Jangan berpangku tangan dan bernostalgia saja, tapi segera bertindak dengan cekatan agar kesejahteraan bisa merata," kata Sultan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pendidikan farmasi perlu menyiapkan apoteker masa depan yang kuat dalam ilmu, kolaborasi, literasi digital, AI, inovasi, kepemimpinan, dan perspektif One Health
Jadwal KRL Solo-Jogja dari Stasiun Palur pada Rabu 7 Oktober 2026 tersedia mulai pagi. Simak jadwal lengkap di tiap stasiun.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 7 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal tiap stasiun dan tarif KRL sebesar Rp8.000.
Pemkab Magelang menyiapkan 70 SPKL mobil dan 74 battery swap station untuk memperkuat ekosistem kendaraan listrik dan pariwisata.
PHRI Sleman dan DP3 membangun sistem informasi pemasaran untuk mempertemukan supplier produk lokal dengan pelaku usaha.
Guru di Magelang didorong meningkatkan kompetensi agar adaptif menghadapi generasi digital, AI, dan perubahan karakter peserta didik.