Harga Beras Rendah, Petani Bantul Pilih Simpan Hasil Panen
SMP Negeri 1 Panjatan, Kulonprogo, juga terendam banjir. Kegiatan pembelaran terpaksa diliburkan pada Sabtu (25/4/2015).(Rima Sekarani/JIBI/Harian Jogja)
Banjir Kulonprogo menjadi langganan terutama di wilayah Panjatan
Harianjogja.com, KULONPROGO- Untuk cegah potensi banjir yang rutin terjadi di musim hujan, diusulkan pembangunan sudetan saluran drainase dari perempatan Nagung barat menuju ke Sungai Serang.
Pasalnya, banjir yang rutin terjadi selalu menggenangi persawahan dan pekarangan rumah warga.
Camat Panjatan, Sudarmanto menyatakan sebelumnya telah dilakukan normalisasi saluran drainase dari arah perempatan Nagun ke timur sehingga daya tampung saluran lebih memadai.
Ia menambahkan bahwa banjir selalu datang jika hujan turun selama beberapa hari berturut-turut. “Pernah hujan deras semalaman dan saluran di depan kantor kecamatan nyaris mencapai jalan,” ujarnya, Kamis (18/2/2016).
Terkait hal itu, menurutnya perlu adanya sudetan saluran dari perempatan Nagung ke barat menuju Sungai Serang untuk mengantisipasi banjir di Panjatan kedepannya.
Ia juga menjelaskan bahwa tumbuhan liar eceng gondok mengganggu laju aliran air sehingga membuat air meluap ke sekitarnya. Terlebih lagi, menurutnya sedimentasi yang terjadi sangat cepat dan ditambah dengan pengelolaan saluran yang masih minim.
Sementara itu, Camat Wates, Ariadi menyatakan bahwa upaya mencegah banjir Panjatan harus dikelola dengan benar agar tak hanya sekedar memindahkan banjir ke daerah lainnya.
Namun, ia mengusulkan jika akan dibangun sudetan sebaiknya dibuat mengarah ke selatan untuk kemudian ke arah barat. Hal ini dikarenakan permukaan Sungai Serang lebih tinggi sehingga dikhawatirkan justru akan mengalir ke timur jika dibangun saluran.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Cek jadwal Prameks Jogja–Kutoarjo 2026 terbaru. Kereta andalan komuter, murah, cepat, dan bebas macet.
Para pesepeda dari dalam dan luar negeri mengikuti ajang International Veteran Cycle Association Rally (IVCA Rally) 2026, Kamis (21/5/2026)
Pencegahan stunting tidak hanya difokuskan pada anak, karena ibu juga harus mendapat perhatian.
PAD wisata Bantul baru Rp8,4 miliar hingga Mei 2026, turun dari tahun lalu. Faktor ekonomi dan kunjungan jadi penyebab.
DPAD DIY bersama DPRD DIY menggelar bedah buku bertajuk Menjadi Pemuda di Zaman yang Tak Mudah di Rompok Ndeso, Kuwaru RT 02, Kalurahan Poncosari, Bantul.