OPINI: Ketika Tindakan Bunuh Diri Terinspirasi Film Drama Korea
Benarkah film dan drama Korea dapat memicu bunuh diri? Simak kajian tentang Werther Effect, Papageno Effect, serta pentingnya literasi media.
Alun-alun Wonosari Gunungkidul akan ditata, namun pemindahan pedagang tak juga dilakukan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul belum juga melakukan realisasi relokasi Pedagang Kaki Lima (PKL) di sekitar alun-alun dan kantor Pemkab Gunungkidul ke Taman Kuliner.
Berdasarkan kabar terakhir yang diterima Harianjogja.com, Pemkab masih menunggu pendataan yang dilakukan oleh Kantor Pengelolaan Pasar Kabupaten Gunungkidul. Sementara itu, rencana relokasi tersebut justru mendapat kritisasi dari masyarakat Wonosari sendiri.
Salah seorang warga, Hayu, mengatakan sebaiknya pedagang kaki lima yang ada di sekitar alun-alun Wonosari jangan dipindahkan ke Taman Kuliner. Hal tersebut justru menghilangkan ciri khas tersendiri bagi Alun-Alun Wonosari.
Ciri khas yang dimaksudkan ialah masyarakat dapat menikmati makanan kaki lima sambil menyaksikan keramaian kota yang akan menjadi daya tarik Alun-alun.
"Selama tidak mengganggu lalu lintas dan parkiran, sebaiknya tetap di sekitaran Alun-alun saja," kata dia, Sabtu (20/2/2016).
Menurutnya, PKL yang sebaiknya ditata ulang ialah PKL yang berada di depan Pasar Argosari. Itu akan membuat Pasar Argosari akan terlihat lebih rapi dan tidak terlihat kumuh. Kondisi pasar yang tak sedap dipandang, ditambah dengan jajaran PKL di depan pasar.
Ia menambahkan bahwa penataan ulang lingkungan Pasar Argosari menurutnya lebih baik dilakukan ketimbang Alun-Alun Wonosari. Ia tak yakin relokasi yang dilakukan pada PKL Alun-alun tersebut akan berdampak baik bagi usaha mereka.
"Kalau dipindah ke Taman Kuliner kayaknya bakal sepi, nggak bakal seramai kalau di pinggir alun-alun saat ini. Nuansanya akan jadi beda," lanjutnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Benarkah film dan drama Korea dapat memicu bunuh diri? Simak kajian tentang Werther Effect, Papageno Effect, serta pentingnya literasi media.
Selomartani mulai mengembangkan pertanian cerdas berbasis IoT melalui CSR AAMAI 2026 untuk memperkuat ketahanan pangan dan produktivitas petani.
DPRD DIY menyoroti alih fungsi lahan pertanian 150-200 hektare per tahun dan meminta RPPLH 2026-2056 menjadi dasar pembangunan berkelanjutan.
PDI Perjuangan Sleman menggelar sarasehan Kudatuli untuk memperkuat militansi kader, menjaga soliditas partai, dan menyerap aspirasi senior.
Sebanyak 4.278 anak di Sleman tercatat tidak sekolah. Pemkab meluncurkan Gandheng ATS berbasis EWS untuk mendeteksi risiko putus sekolah.
Brussels memperpanjang status waspada kekeringan level kuning akibat cadangan air tanah terus menurun dan cuaca kering yang masih berlanjut.