Ramadan dan Lebaran, Telkomsel Prediksikan Kenaikan Traffic 15%
Telkomsel mematangkan persiapan menghadapi periode Ramadan dan Idulfitri (Rafi) 2024.
Kepala Bulog Divisi Regional (Divre) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sugit Tedjo Mulyono memantau petugas yang menurunkan raskin untuk di didistribusikan pada Rumah Tangga Sasaran Penerima Manfaat (RTSPM) di Desa Wukirsari, Cangkringan, Sleman, Rabu (24/2/2016). (Bernadheta Dian Saraswati/JIBI/Harian Jogja)
Beras Bulog kini hanya disimpan empat bulan untung menghindari penurunan kualitas
Harianjogja.com, SLEMAN-Menanggapi berbagai keluhan masyarakat tentang kualitas raskin yang dianggap buruk, Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) melakukan perubahan pada tahun 2016 ini.
Masa penyimpanan yang pada tahun sebelumnya mencapai satu tahun, tahun ini diperpendek menjadi empat bulan.
Kepala Bulog Divisi Regional (Divre) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sugit Tedjo Mulyono menyampaikan, perubahan cara penyimpanan tersebut dilakukan untuk menanggapi keluhan masyarakat tentang beras yang bau apek.
"Tahun kemarin masa simpannya delapan sampai satu tahun jadi ada yang bau [apek] karena masa simpannya lama. Sekarang rata-rata empat bulan," kata Sugit di sela-sela pemantauan pendistribusian raskin di Balai Desa Wukirsari, Cangkringan, Sleman, Rabu (24/2/2016).
Selain raskin yang berbau, masyarakat juga mengeluhkan warna beras yang kekuningan dan berkutu. Untuk itu, Sugit menyarankan agar ketika raskin didistribusikan ke titik distribusi, penerima raskin di tingkat desa maupun Rumah Tangga Sasaran Penerima Manfaat (RTSPM) harus segera mengecek kondisi beras.
"Penggantian beras dalam waktu satu hari. Ya ketika beras kami distribusikan itu," ungkapnya.
Salah satu RTSPM, Tutik, mengatakan, selama ini raskin yang ia terima terkadang baunya apek. Meski demikian jika dipersentasekan, beras yang ia terima lebih banyak yang berkualitas bagus.
"Selama ini kadang bagus, kadang enggak [bagus]. Labih banyak bagusnya. Enggak bagusnya itu karena bau," kata perempuan asal Dusun Sempon, Wukirsari ini.
Di Desa Wukirsari sendiri ada Kelompok Masyarakat Sejahtera (Pokmastra) yang bertugas menyalurkan raskin dari Bulog kepada penerima. Pokmastra juga bertugas memastikan kualitas beras.
Ketua Pokmastra Ahmad Mustofa mengatakan, setiap evalusasi raskin yang dilakukan tanggal 1, keluhan akan kondisi beras yang buruk lebih banyak pada beras yang bau apek dan warnyanya kuning.
"Kebanyakan RTSPM itu kan petani. Mereka inginnya raskin yang diberikan itu yang habis digiling. Kan juga tidak bisa Bulog ngasih beras yang baru saja digiling," ujar dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Telkomsel mematangkan persiapan menghadapi periode Ramadan dan Idulfitri (Rafi) 2024.
Dispertapang Kulonprogo mempercepat tanam padi MT 2 di Temon sebelum puncak El Nino agar produktivitas dan stok pangan tetap aman.
BRIN mengungkap penemuan 29 spesies flora baru di Indonesia sepanjang 2025 hingga awal 2026, termasuk Rafflesia dan anggrek.
Bulog mencatat stok beras mencapai 5,36 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah, didukung kapasitas penyimpanan 6,2 juta ton di seluruh Indonesia.
Pemda DIY memperkuat kesiapsiagaan bencana saat peringatan 20 tahun Gempa Jogja dengan menekankan budaya sadar risiko dan mitigasi.
China meluncurkan Shenzhou-23 dengan misi eksperimen tinggal satu tahun di stasiun antariksa Tiangong di tengah persaingan antariksa dengan AS.