RAZIA KULONPROGO : 7 Pasangan Diamankan, Anak Dibawah Umur Ikut Terjaring

Sekar Langit Nariswari
Sekar Langit Nariswari Jum'at, 26 Februari 2016 09:55 WIB
RAZIA KULONPROGO : 7 Pasangan Diamankan, Anak Dibawah Umur Ikut Terjaring

Pemeriksaan hasil operasi tindak asusila dan prostitusi di tiga penginapan di obyek wisata Glagah di Kantor Satpol PP Kulonprogo, Kamis(25/2/2016). Dari razia tersebut, ikut terjaring 1 anak di bawah umur yang bekerja sebagai pemandu karaoke. (Sekar Langit Nariswari/JIBI/Harian Jogja)

Razia Kulonprogo menjaring pasangan tak resmi.

Harianjogja.com, KULONPROGO-Sebanyak tujuh pasangan tak resmi terjaring razia yang dilakukan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol) PP Kulonprogo dan Satpol PP DIY di objek wisata Pantai Glagah, Kamis(25/2/2016) siang. Dari jumlah tersebut, satu orang anak di bawah umur ikut terjaring penertiban jenis non-yustisi tersebut.

Dalam pemeriksaan diketahui beberapa merupakan pasangan selingkuh, pacaran, dan dugaan praktik prostitusi.

“Teman kencan, hampir-hampir seperti prostitusi,”ujar Kepala Seksie Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat Satpol PP Kulonprogo, Sartono saat pemeriksaan berlangsung.

Pasalnya, ada beberapa perempuan yang di malam hari diketahui bekerja sebagai pemandu karaoke. Terlebih lagi, beberapa wanita ini tinggal di penginapan tersebut sehingga dicurigai memiliki pekerjaan yang berbeda di siang hari.

Karena merupakan jenis operasi non-yustisia, sejumlah pasangan ini tidak akan dikenakan hukuman melainkan pembinaan dan arahan agar tidak mengulangi perbuatannya. Selain itu,warga yang terjaring akan diminta membuat surat pernyataan. Sartono menyatakan bahwa harapannya dengan tertangkap razia asusila dan prostitusi ini akan memberikan efek jera bagi pasangan-pasangan tersebut.

Dalam razia tersebut, ada pula seorang anak dibawah umur yang ikut terjaring  dan bekerja sebagai pemandu karaoke di Glagah. NZ(17) mengaku sudah bekerja menjadi pemandu karaoke selama dua tahun terakhir sejak lulus SMP. Ia sendiri menolak anggapan sedang melakukan praktik prostitusi.

“Sedang sama teman saya kok,”ujarnya.

Saat pemeriksaan, ia tidak membawa satu tanda pengenal apapun.

Dari total 14 orang yang terjaring dalam razia, seluruhnya memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) Purworejo. Dalam pemeriksaan, umumnya mereka mengaku sedang berwisata ke Pantai Glagah dan hanya ingin melepas lelah di penginapan tersebut. Bahkan, Arfa’I (27), salah satu buruh harian lepas yang tertangkap berkeras perempuan yang ditangkap bersamanya merupakan tunangannya dan menyatakan siap dinikahkan di tempat.

“Dia calon istri saya kok,” ujarnya kepada petugas saat pemeriksaan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online