BNI Gandeng Ratusan Pengembang di Danantara Housing Expo, Hadirkan Hunian Premium
BNI menggandeng ratusan pengembang dalam Danantara Housing Expo 2026 sebagai bagian dari dukungan terhadap Program Tiga Juta Rumah.
JIBI/Harian Jogja/Desi Suryanto Sejumlah pekerja merampungkan proyek pembangunan taman parkir dengan format portable dua lantai di Taman Parkir Ngabean, Yogyakarta, Jumat (28/11/2014). Kedepannya areal parkir ini mampu menampung sekitar 35 bus pariwisata ukuran besar di lantai satu dan di lantai dua digunakan untuk parkir kendaraan roda empat. Proyek yang ditargetkan bisa beroperasi mulai 2015 tersebut bertujuan untuk mengurangi beban kantong parkir di kawasan Alun-alun utara dan Malioboro.
Parkir di Jogja dikeluhkan karena mencapai Rp130.000
Harianjogja.com, JOGJA-Tarif parkir untuk kendaraan bus wisata di beberapa tempat di Jogja jauh melebihi tarif normal yang diatur dalam peraturan daerah. Bahkan di lokasi parkir Jalan Senopati, tiap bus bisa dikenakan tarif Rp100-130 ribu.
Salah satu sopir bus pariwisata yang minta identitasnya dirahasiakan mengatakan biasa membayar parkir di Jalan Senopati bervariasi tergantung lamanya parkir bus. Ia terkadang harus membayar parkir Rp75.000, terkadang Rp100.000, terkadang juga lebih.
“Sabtu lalu malah Rp130.000, ” katanya kepada Harianjogja.com, di lokasi parkir Jalan Senopati, Kamis (25/2/2016).
Saat membayar Rp130.000, sopir yang berkumis tipis itu mengaku parkir dari sekitar pukul 10.00 WIB sampai pukul 14.00 WIB. Ia juga menerima karcis parkirnya, namun tarif dalam karcis tersebut hanya ditulis tangan. Dijelaskannya, berdasarkan keterangan dari pengelola parkir di Jalan Senopati itu dirinya harus membayar Rp130.000 ribu sekali parkir dikarenakan petugas parkir sudah berganti shif.
Tarif Rp130.000 diakuinya masih lebih kecil ketimbang parkir di salah satu garasi hotel di Jalan Ahmad Dahlan yang membandrol tarif sampai Rp200.000 sekali parkir.
Pria yang sudah lama menjadi sopir salah satu perusahaan otobus itu tidak mengerti perbedaan parkir. Namun dirinya tidak mempersoalkan dengan tarif tersebut karena yang membayar parkir biasanya menjadi tanggung jawab panitia rombongan.
Lagi pula Parkir Jalan Senopati diakuinya merupakan salah satu lokasi yang dianggap strategis karena dekat dengan lokasi wisata yang menjadi tujuan wisatawan yang dibawanya.
“Biasanya memang rombongan tidak mau jauh-jauh parkir,” ujar dia.
Selain itu ia masih diuntungkan karena masih bisa memarkirkan busnya di Jalan Senopati. Karena, terkadang dirinya kesulitan mencari lokasi parkir terutama saat membawa rombongan di akhir pekan dan saat liburan panjang.
Sopir bus lainnya mengungkapkan biasa membayar parkir Rp50.000-65.000, karena dirinya tidak terlalu lama parkir di Jalan Senopati. Sebab, rombongan wisatawan yang dibawanya lebih banyak tamu-tamu hotel yang tidak sampai berjam-jam berwisata di kawasan Malioboro dan Kraton. Tidak hanya di Jalan Senopati, sopir bus asal Jogja tersebut juga biasa membayar Rp50.000-65.000 di taman parkir Abu Bakar Ali (ABA) dan parkir Ngabean.
Menurutnya, tarif parkir itu lebih murah ketimbang parkir di lokasi yang tidak resmi, seperti di Jalan Kebun Raya, “Sebenarnya di Gembira Loka kalau resmi murah, yang mahal kalau parkir di luar,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BNI menggandeng ratusan pengembang dalam Danantara Housing Expo 2026 sebagai bagian dari dukungan terhadap Program Tiga Juta Rumah.
DPR menggelar uji kelayakan terhadap 15 calon Dewas LPP RRI masa jabatan 2026-2031 pada Rabu, 7 Oktober 2026.
Argentina menang 3-0 atas Benin. Lionel Messi mencetak satu gol dan dua assist dalam laga terakhirnya bersama timnas Argentina.
Kejagung menyiapkan 34 jaksa untuk menuntut eks Jampidsus Febrie Adriansyah, termasuk sejumlah jaksa berpengalaman di KPK.
RUU Pelindungan Ketenagakerjaan memperkuat hak pekerja, prinsip nondiskriminasi, sertifikasi kompetensi, serta melarang penahanan ijazah.
Trump mengklaim aliran minyak melalui Selat Hormuz telah pulih dan mencapai level yang sama atau melampaui sebelum perang dengan Iran.