Jadwal Bus KSPN Malioboro-Parangtritis Rabu 22 Juli 2026
Jadwal Bus KSPN Malioboro-Parangtritis Rabu 22 Juli 2026. Simak jam keberangkatan pulang pergi dan tarif hanya Rp12.000.
Ratusan penghobi mancing mengikuti acara mancing dengan gaya mataraman di Embung Ketingan, Tirtoadi, Mlati, Sleman, Minggu (28/2/2016). (Sunartono/JIBI/Harian Jogja)
Mancing unik digelar di Embung Ketingan
Harianjogja.com, SLEMAN - Sedikitnya 300 orang dari DIY dan Jawa Tengah mengikuti kegiatan mancing dengan gaya mataraman di Embung Ketingan, Desa Tirtoadi, Mlati, Sleman, Minggu (28/2/2016). Kegiatan itu sekaligus untuk memancing wisatawan agar datang ke desa wisata tersebut.
Embung Ketingan sendiri dibangun sebagai daerah tangkap air sekaligus irigasi bagi warga dengan memanfaatkan air dari Sungai Krawak. Dusun Ketingan sebenarnya telah ditetapkan sebagai desa wisata fauna sejak tahun 2004. Karena ada ribuan burung kuntul atau bangau berkembang biak di dusun ini hingga sekarang.
Bahkan era 1990an ada intruksi Gubernur DIY, secara khusus terkait larangan berburu di kawasan ini. Kini keberadaan embung Ketingan menjadi pelengkap bagi destinasi desa wisata. Siapa saja yang datang bisa memanfaatkan embung itu untuk memancing dan airnya masih terjaga kejernihannya.
Sebuah acara bertajuk Mancing Budaya Gaya Mataraman dan Kenduri Budaya digelar di embung ini. Dihadiri GKR Mangkubumi dan Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun. Ratusan peserta memancing mulai memenuhi embung Ketingan yang dibangun pada 2013 itu sejak pukul 07.00 WIB.
Uniknya, seluruh peserta yang ikut mancing ikan harus memakai baju adat dengan memakai baju peranakan, seperti blangkon, jarit dan lain-lain. Di tengah-tengah mereka memancing berseragam adat, satu per satu panitia yang juga memakai baju peranakan menghampiri untuk memberikan makanan kenduri. Berupa, nasi liwet, suwiran ayam ingkung dan gudangan dari berbagai macam sayuran lokal.
Ketua Panitia Mancing Budaya Gaya Mataraman dan Kenduri Budaya Dusun Ketingan Suseno mengaku, kegiatan tersebut baru pertama kali digelar. Untuk merti dusun, kata dia, rutin digelar setiap tahun, namun mancing dengan gaya mataraman baru digelar tahun ini. Pihaknya sengaja mewajibkan peserta untuk mengenakan baju adat dengan tujuan untuk melestarikan budaya.
"Respon para penghobi mancing luar biasa, jumlah peserta 300 orang dari DIY dan Jateng, meski agak ribet tapi semua bersedia pakai baju adat," terang Suseno di sela-sela kegiatan itu Minggu, (28/2/2016).
Ia menambahkan, kegiatan itu sekaligus untuk menarik wisatawan agar berkunjung ke Ketingan. Warga dusun sejak 2004 mulai sadar wisata, sehingga setiap ada kunjungan selalu siap dengan penampilan budaya lokal seperti karawitan, gejog lesung dan jathilan.
Dengan adanya embung, selain sebagai pendukung dusun wisata sekaligus menjadi daerah tangkap air dengan kondisi alam sekitar tetap terjaga. "Kegiatan ini juga kami peringati sekaligus untuk menyongsong se-abad Kabupaten Sleman dan tanggap warso GKR Mangkubumi," ujarnya.
GKR Mangkubumi dalam kesempatan itu menyatakan apresiasinya terhadap warga Dusun Ketingan yang menggelar acara bertajuk budaya. "Kegiatan yang menonjolkan budaya dan kearifan lokal, menjadi perekat antar masyarakat memang harus dipertahankan," ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal Bus KSPN Malioboro-Parangtritis Rabu 22 Juli 2026. Simak jam keberangkatan pulang pergi dan tarif hanya Rp12.000.
Indonesia dan tujuh negara mengecam penyerbuan Masjid Al-Aqsa oleh lebih dari 4.200 pemukim Israel di Yerusalem Timur.
FBI mengembalikan delapan artefak budaya asal Papua yang diselundupkan secara ilegal ke Amerika Serikat kepada Pemerintah Indonesia.
Presiden Prabowo meminta Nanik S. Deyang tetap membantu BGN sebagai bagian dewan pengawas usai mengundurkan diri.
KPU DIY memutakhirkan data partai politik setiap semester melalui Sipol sebagai persiapan tahapan Pemilu yang dimulai pada pertengahan 2027.
Koperasi Mina Bahari 45 mengubah Pantai Depok menjadi kawasan wisata kuliner laut yang menyejahterakan nelayan dan pelaku UMKM lokal.