PERTANIAN KULONPROGO : Harga Gabah Menguntungkan, Tenaga Muda Tertarik Bergabung

Sekar Langit Nariswari
Sekar Langit Nariswari Rabu, 02 Maret 2016 05:20 WIB
PERTANIAN KULONPROGO : Harga Gabah Menguntungkan, Tenaga Muda Tertarik Bergabung

JIBI/Harian Jogja/Desi Suryanto Petani menyiangi tanaman padi di areal perasawahan di Pundong, Bantul, DI. Yogyakarta, Kamis (02/01/2014). Badan Pusat Statistik (BPS) DIY menyampaikan bahwa Nilai Tukar Petani (NTP) DIY pada Desember 2013 mencapai angka 103,15 atau mengalami penurunan sebesar 0,57% dibandingkan dengan indeks bulan sebelumnya. Sedang harga gabah kualitas GKP sebesar Rp 4.556 per kilogram di tingkat petani, atau turun 3,71% dari bulan sebelumnya.

Pertanian Kulonprogo ditata untuk menarik perhatian generasi muda.

Harianjogja.com, KULONPROGO-Alat bantu pertanian dinilai Menteri Pertanian Republik Indonesia (RI), Andi Amran Sulaiman dapat meyakini sistem pengolahan tersebut jauh lebih muda.

Jika harga gabah yang dihasilkan menguntungkan maka tenaga kerja muda akan kembali tertarik pada bidang pertanian. Kementerian Pertanian juga telah melibatkan 8700 mahasiswa serta Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang dihuni oleh kaum muda untuk ikut serta dalam program ini.

Dalam kesempatan tersebut, Andi juga menjelaskan akan nilai produktivitas nasional gabah yang naik 6%, tertinggi selama 10 tahun terakhir. Ia berpesan kepada petani untuk segera menanami kembali lahannya seusai panen untuk menjaga produktivitas. Terlebih lagi, beras di pasaran pada medio Januari-Februari ini turun 30% yang mengindikasikan surplus beras.

Dalam dialog tersebut, Andi juga berdialog langsung dengan salah satu pengusaha alat pertanian yang hadir saat itu. Ia meminta pengusaha alat pertanian moderm untuk memberikan harga yang jauh lebih bersahabat guna merealisasikan program mekanisasi pertanian tersebut.

“Jika kualitasnya terjaga pasti akan kami pakai,”ujarnya, seusai dialog dengan Kelompok Tani Sideman Makmur dalam kunjungannya pada panen pertama musim tanam pertama di Dusun Sideman, Desa Giripeni, Kecamatan Wates pada Selasa (1/2/2016).

Terkait dengan kebutuhan cetak sawah baru berkenaan dengan pembangunan bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA), Andi menghimbau pemkab Kulonprogo untuk segera memasukkan proposal guna mendanai kebutuhan tersebut. Kementerian Pertanian RI sendiri mengalokasikan Rp6triliun bagi pencetakan sawah baru di seluruh Indonesia pada tahun 2016 ini. Ditargetkan program tersebut akan mampu menghasilkan 200.000 hektar sawah baru.

Sementara itu, Wakil Bupati Kulonprogo, Sutedjo menyatakan bahwa beras di Kulonprogo telah dimanfaatkan dengan baik berkat kerjasama Gapoktan dengan Bulog. Ini sebagai usaha pemkab melindungi petani setempat. Gapoktan diminta mengemas beras di mana setiap Pegawai Negeri Sipil (PNS) akan membeli 10 kilogram tiap bulannya. Ia juga mengharapkan bahwa surplus padi yang terjadi di Kulonprogo terus bertahan di tahun-tahun mendatang.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online