MTQ KULONPROGO : 413 Santri Hadapi Globalisasi dengan Bangun Mental & Spritual

Sekar Langit Nariswari
Sekar Langit Nariswari Minggu, 06 Maret 2016 19:20 WIB
MTQ KULONPROGO : 413 Santri Hadapi Globalisasi dengan Bangun Mental & Spritual

Wakil Bupati Kulonprogo, Sutedjo melakukan pemukulan bedug sebagai tanda pembukaan MTQ tingkat kabupaten di aula SMK Negeri 2 Pengasih pada Sabtu (5/3/2016). (Sekar Langit Nariswari /JIBI/Harian Jogja)

MTQ Kulonprogo diikuti perwakilan dari 12 kecamatan.

Harianjogja.com, KULONPROGO- Sebanyak 413 santri mengikuti Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat kabupaten yang diadakan di aula SMKN 2 Pengasih pada Sabtu (5/3/2016). Sejumlah santri dari 12 kecamatan ini akan mengadu keterampilan dalam lima cabang perlombaan.

“Semua kecamatan ikut serta di sini,” ujar Johar Mustafa, Ketua Pelaksana acara saat pembukaan.

Ia menguraikan MTQ ini terdiri dari beberapa perlombaan yakni cabang tilawah, tahfizhil Quran, syahril Quran, fahmil Quran, Dan khottil. Setiap cabang terdiri dari putra dan putri,sedangkan untuk syahril Quran ,fahmil Quran, dan khottil juga terdiri dari cabang campuran.

Wakil bupati Kulonprogo, Sutedjo,dalam sambutannya menyatakan MTQ menjadi salah satu cara membangun mental dan spiritual kaum muda islami setempat di era global ini. Ia mengharapkan selain sebagai ajang kompetisi, pertemuan santri dari berbagai kecamatan di MTQ ini sekaligus dapat meningkatkan silaturahmi dan membangun keharmonisan antar warga.

“Ini bukan hanya soal siapa yang paling indah lantunannya namun tentang menyampaikan pesan Quran sebagai sumber kebenaran,” ujarnya.

Tak hanya dalam ajang kompetisi,diharapkan praktik ajaran islaminjuga bisa diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat sehari-hari. Penyelenggaraan MTQ ini juga dianggap selaras dengan visi pemerintahan Kulonprogo yang mengedepankan iman dan takwa.

Di sisi lain, Sutedjo menjelaskan pelaksanaan MTQ menjadi suatu tolak ikut pengentasan buta aksara di Kulonprogo, dalam hal ini aksara Quran. Selain itu, prestasi tingkat lokal juga bisa dipacu sehingga kesempatan untuk sampai ke tingkat nasional menjadi lebih terbuka.

“Bisa menjadi wahana penjaringan dan peningkatan kualitas kader,”tutupnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online