PEKAN IMUNISASI NAIONAL : 10 Tahun Terakhir, Tak Ditemukan Kasus Polio di Kulonprogo
Pekan Imunisasi Nasional (PIN) tidak dilaksanakan di Kulonprogo
Harianjogja.com, KULONPROGO- -Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio kembali digelar pada 8-15 Maret ini sebagai upaya menuju Indonesia bebas polio. Namun, Kulonprogo bersama kabupaten/kota lain di DIY tidak ikut melaksanakan kegiatan tersebut.
Hal itu diungkapkan Kepala Bidang Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kulonprogo, Baning Rahayujati, Jumat (11/3/2016).
Sejak 2007 lalu, DIY sudah beralih dari vaksin polio oral menuju injeksi inactivated polio vaccine (IPV). Cakupan imunisasi polio di DIY juga sudah cukup tinggi, yaitu 98%.
“Setelah ini ada beberapa propinsi lain memenuhi syarat untuk pindah ke vaksin injeksi juga,” kata Baning.
Baning memaparkan, semua anak berusia 2-59 bulan harus mendapatkan IPV agar punya kekebalan individu terhadap serangan virus polio liar. IPV idealnya dilakukan sebanyak tiga kali pada usia dua bulan, tiga bulan, dan empat bulan. Kunjungan rumah bisa ditempuh jika yang bersangkutan tidak datang pada jadwal imunisasi.
Baning menambahkan, anak-anak usia 2-59 bulan yang berdomisili DIY dan belum mendapatkan IPV sebanyak tiga kali diharapkan segera mengunjungi puskesmas atau fasilitas kesehatan lain untuk menjalani imunisasi. Jika tidak, mereka akan memiliki risiko besar terserang polio yang bisa menyebakan cacat seumur hidup bahkan kematian.
Kasus polio setidaknya sudah tidak ditemukan lagi di Kulonprogo dalam 10 tahun terakhir. Meski demikian, Pemkab Kulonprogo wajib mengambil empat spesimen tinja dari anak berusia di bawah 15 tahun yang diketahui mengalami lumpuh layu mendadak setiap tahun. Upaya itu demi mempertahankan surveilans lingkungan.
“Ada 81 gejala yang menyerupai polio. Harus dicek dan dipastikan itu bukan polio tapi karena penyakit lain. Kita berupaya agar jangan sampai cakupan yang sudah di atas 95 persen itu menurun,” ucap Baning menjelaskan.
Terpisah, Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wates, Lies Indriyati mengungkapkan, rumah sakitnya belum pernah menangani kasus penyakit polio selama beberapa tahun terakhir.
Dia lalu mengimbau masyarakat agar tertib mengantarkan anak-anaknya untuk mendapatkan IPV. Anak-anak yang mengalami lumpuh layu mendadak juga hendaknya segera dibawa ke puskesmas, rumah sakit, maupun fasilitas kesehatan terdekat lain untuk upaya pemeriksaan dan langkah penanganan lebih lanjut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Share