Kebakaran TPA Jatibarang Semarang, 22 Warga Batuk dan Sesak Napas
Kebakaran TPA Jatibarang Semarang memasuki hari kelima. Sebanyak 22 warga mengalami batuk dan sesak napas akibat terdampak asap.
Simulasi bencana digelar di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wates
Harianjogja.com, KULONPROGO- Gempa berkekuatan 8,3 SR terjadi di kawasan pantai selatan DIY pada sekitar pukul 10.00 WIB, Sabtu (12/3/2016). Meski hanya 10 detik, gempa tersebut menimbulkan dampak kerugian yang cukup parah bagi Kulonprogo, khususnya di wilayah Kecamatan Temon, Wates, Galur, dan Panjatan.
Getaran gempa terasa hingga kawasan Kota Wates, termasuk di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wates. Kegiatan pelayanan pun terhenti akibat pecahnya kepanikan. Keluarga dan para tenaga medis berhamburan keluar dan berusaha menyelamatkan pasien.
Saat suasana panik belum mereda, terjadi kebakaran di ruang hemodialisa. Rupanya, getaran gempa telah membuat spesimen cairan jatuh mengenai terminal listrik dan menimbulkan percikan api. Cairan lain yang bersifat eksplosif pun jatuh di tempat yang sama sehingga nyala api tidak bisa dihindarkan. Api semakin membesar dan tidak bisa dipadamkan dengan alat pemadam api ringan (APAR) yang ada.
Pasien segera dievakuasi, termasuk mereka yang berada di bangsal terdekat. Namun, dua pasien telah menjadi korban. Satu pasien diketahui menderita luka bakar berat hingga 70 persen pada bagian punggung, tangan, dan kaki. Sedangkan satu lainnya mengalami luka bakar sedang pada tangan dan tubuh sebelah kiri. Mereka dibawa ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) untuk mendapatkan penanganan medis.
Beberapa menit kemudian, petugas pemadam kebakaran akhirnya datang dan berusaha mematikan api. Sekitar satu jam setelahnya, belasan korban gempa dari wilayah Wates, Temon, Galur, dan Panjatan pun tiba di RSUD Wates. Dua korban diantaranya dinyatakan telah meninggal dunia dalam perjalanan.
Para dokter dan perawat langsung menyingsingkan lengan untuk memberikan pertolongan kepada pada korban selamat. Setidaknya ada lima korban luka berat, lima luka sedang, dan enam luka ringan. Mereka kebanyakan mengalami luka sobek dan fraktur tulang. Ada pula yang mengalami sesak napas akibat syok atau memang memiliki riwayat penyakit asma.
Meski demikian, semua itu hanyalah bagian dari simulasi penanganan bencana di lingkungan RSUD Wates. Ada sekitar 90 orang pegawai yang dilibatkan. Tidak hanya dokter dan tenaga medis lainnya, tetapi juga para karyawan teknis, termasuk petugas parkir.
“Seluruh pegawai harus siap dan siaga jika sewaktu-waktu bencana alam melanda daerah ini,” ungkap Direktur RSUD Wates, Lies Indriyati, ditemui usai simulasi.
Setiap rumah sakit memang wajib memiliki hospital disaster plan (HDP). Rancangannya bisa berbeda-beda karena disesuaikan dengan kondisi gedung maupun kemampuan personil rumah sakit bersangkutan. HDP itu wajib disimulasikan secara berkala agar semua pegawai bisa memahami standar operasional prosedur yang ditetapkan.
Dalam menanggulangi bencana, bukan hanya penanganan korban yang berdatangan ke rumah sakit. Semua elemen RSUD Wates juga harus memahami langkah evakuasi pasien rawat inap, rawat jalan, hingga para penunggu dan pengantar pasien.
“Harapannya jika ada bencana, kita sudah tahu persiapan dan langkah apa yang harus segera dilakukan seihngga jumlah korban bisa diminimalkan,” ujar Dwi Rukmini, salah satu pegawai yang mengikuti simulasi tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kebakaran TPA Jatibarang Semarang memasuki hari kelima. Sebanyak 22 warga mengalami batuk dan sesak napas akibat terdampak asap.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Kamis 8 Oktober 2026 tersedia 10 perjalanan. Simak jadwal lengkap dari kedua arah.
Jadwal KA Bandara YIA Kamis 8 Oktober 2026 tersedia 24 perjalanan. Cek jadwal YIA-Jogja dan Jogja-YIA lengkap di sini.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 8 Oktober 2026 tersedia mulai pagi. Simak jadwal lengkap dari Stasiun Palur hingga Jogja/Tugu.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 8 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap dan tarif KRL Rp8.000.
Awal musim hujan di Bantul diprediksi mundur lebih dari 30 hari. DPRD Bantul menyiapkan posko dan antisipasi kekeringan.