PERTANIAN GUNUNGKIDUL : Bantuan Belum Jelas, Petani Beli Benih Kedelai Mandiri

David Kurniawan
David Kurniawan Sabtu, 19 Maret 2016 02:20 WIB
PERTANIAN GUNUNGKIDUL : Bantuan Belum Jelas, Petani Beli Benih Kedelai Mandiri

Pekerja memproses kedelai untuk pembuatan tempe di industi rumahan kawasan Perumnas Manisrejo, Kota Madiun, Jawa Timur, Kamis (27/8/2015). Pengusaha tempe industri rumahan yang biasa memproduksi tempe 3 kuintal/hari itu mengaku rugi akibat naiknya harga kedelai impor dari Rp6.800/kg menjadi Rp7.200/kg. Meski harga kedelai impor naik, mereka masih bertahan dengan harga jual Rp2.000 untuk tempe kemasan 2 ons, Rp4.000 untuk tempe kemasan 4 ons, dan Rp6.000 untuk tempe kemasan 6 ons, sambil menunggu harga kedel

Pertanian Gunungkidul, diharapkan bantuan benih kedelai segara terealisasi.

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Sejumlah petani mulai mempertanyakan keseriusan Pemerintah Kabupaten Gunungkidul untuk memberikan bantuan benih kedelai. Pasalnya saat sekarang sudah memasuki masa tanam kedua, di mana sebagian lahan yang ada sudah mulai ditanami komoditas itu.

Belum adanya kejelasan bantuan, membuat petani mengadakan benih secara mandiri. Harga benih ini pun bervariasi di kisaran Rp10.000-Rp20.000 per kilogram.

Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Gamasari, Dusun Bogor I, Desa Playen, Kecamatan Playen Mardi mengakui pernah dijanjikan akan diberikan bantuan benih kedelai dari Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Gunungkidul. Namun hingga sekarang, bantuan tak kunjung datang sehingga petani pun berinisatif membelih benih secara mandiri.

Dia menjelaskan saat sekarang sudah memasuki masa tanam kedua. Berbeda dengan masa tanam pertama yang didominasi tanaman padi, maka di masa tanam ini bibit yang ditanam lebih variatif. Di sebagian wilayah memang masih ada yang menanam padi, tapi di wilayah lain ada yang mulai menanam kacang dan kedelai.

“Kami tidak bisa menunggu bantuan benih dari pemerintah, karena momen bisa lewat. Nanti kalau sudah hujan lagi, kami akan langsung menanam benih kedelai itu,” kata Mardi kepada Harianjogja.com, Jumat (18/3/2016).

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online