Magelang Siap Gelar Interhash, Distoria, dan SBY Cup 2026
Magelang siap gelar Interhash 2026, Distoria 2026, dan SBY Cup 2026. Pemkot pastikan kesiapan event internasional dan dampak ekonomi.
Sinar laser yang ditembakkan menggunakan lampu senter oleh penjual lampu senter laser di Jalan Magelang, Kabupaten Magelang. (Nina Atmasari/JIBI/Harian Jogja)
Bahaya sinar laser bisa membakar benda tipis hingga buuta mata
Harianjogja.com, SLEMAN - Teror sinar laser bagi dunia penerbangan membuat Komunitas Astronomi Penjelajah Langit angkat bicara. Komunitas yang secara khusus menggunakan laser untuk melihat benda langit ini memberikan keterangan kepada wartawan terkait bahaya laser jika disalahgunakan, di Base Ops Lanud Adisutjipto, Sabtu (19/3/2016).
Komunitas ini membawa sejumlah perangkat laser berwarna hijau dan biru dengan intensitas bahaya lebih tinggi. Anggota juga memperagakan proses meledaknya balon hanya dalam hitungan detik disinari laser. Sebuah benda sejenis mika juga meleleh saat disinar laser. Oleh sebab itu, dalam keadaan apapun laser memang tidak boleh mengenai mata apalagi ke pesawat.
"Dengan fenomena ini [laser ditembakkan ke pesawat] kami sangat kaget ternyata ada yang memainkan di pinggir jalan. Padahal kami hati-hati dalam menggunakan. Semua anggota kita edukasi bahwa penggunaan ini untuk pengamatan, sains, tidak untuk main-main apalagi dipinjamkan ke anak kecil," tegas Penasehat Komunitas Penjelajah Langit Ari Gunawan, Sabtu (19/3/2016).
Ari meyakini pelaku penembak laser ke pesawat bukan anggota komunitas astronomi. Selain itu ia juga tidak yakin jika penjual laser di jalanan memiliki latar belakang astronomi. Ia mengakui memang ada beberapa anggota yang menjual laser namun tidak secara bebas. Pembelinya bahkan diberikan pendampingan atau edukasi agar tidak disalahgunakan.
Ia memastikan laser tersebut berbahaya, terutama yang berwarna biru karena sinarnya lebih kuat dengan daya tembus mencapai 10.000 miliwatt dan mampu menjangkau jarak mencapai lima kilometer. Laser jenis ini mampu membakar benda tipis dengan jarak cukup jauh dan waktu tertentu, dijual dengan kisaran harga Rp750.000.
Sedangkan laser hijau juga berbahaya namun relatif lebih rendah ketimbang biru. Warna hijau kekuatannya hanya 1.000 miliwatt dengan jarak jangkau dua kilometer juga mampu membakar benda tipis, biasanya dijual Rp150.000.
"Jangan sekali-kali menembakkan laser ke benda mudah terbakar. Jika kena mata bisa menyebabkan kebutaan, apalagi diarahkan ke pesawat sudah pasti tidak boleh. Binatang seperti burung saja ditembak laser jarak jauh langsung disorientasi," tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Magelang siap gelar Interhash 2026, Distoria 2026, dan SBY Cup 2026. Pemkot pastikan kesiapan event internasional dan dampak ekonomi.
Libur panjang akhir pekan dorong wisata Sleman naik. Merapi, Kaliurang hingga Prambanan diprediksi jadi tujuan favorit.
Honda mencatat rugi pertama sejak IPO akibat EV. Kerugian capai Rp45,9 triliun, proyek Kanada ditunda, target EV diubah.
Gempa M6,3 guncang Jepang timur laut. Shinkansen dihentikan, Miyagi terdampak, namun PLTN Fukushima dilaporkan aman.
Perdagangan hewan kurban di Bantul naik jelang Iduladha 2026. Kambing paling diminati, omzet pedagang diprediksi melonjak.
Indomobil eMotor hadirkan 4 motor listrik di Jogja. Adora, Tyranno, Sprinto tawarkan fitur modern mulai Rp25 jutaan.