Harga Beras Rendah, Petani Bantul Pilih Simpan Hasil Panen
Caption: Pemecah ombak di kawasan pelabuhan Tanjung Adikarto yang banyak dikunjungi wisatawan Pantai Glagah (JIBI/Harianjogja.com/Holy Kartika N.S)
Pelabuhan Tanjung Adikarta di Kulonprogo diharapkan memberi kesempatan kerja pada warga di sekitarnya
Harianjogja.com, KULONPROGO - Masyarakat yang hidup dan bekerja di sekitar Pelabuhan Tanjung Adikarto tak berharap banyak mengenai batas waktu pelabuhan tersebut akan mulai beroperasi.
Meski demikian, mereka tetap berharap pemerintah memberikan kesempatan kerja ketika pelabuhan tersebut sudah dioperasikan sepenuhnya. Pelabuhan Tanjung Adikarto sampai saat ini baru sekedar menjadi salah satu destinasi baru bagi para pemancing.
Pelabuhan yang direncanakan menjadi sentra bagi kapal-kapal ikan besar ini masih memiliki beberapa permasalahan. Tami, salah satu nelayan menjelaskan bahwa kedalaman perairan di sekitar pelabuhan tersebut masih jauh dari kebutuhan. “Sepertinya ini baru sekitar dua meter lebih,” ujarnya, Minggu (27/3/2016).
Ia menguraikan bahwa sejumlah kapal pengeruk pasir yang ada di pelabuhan tersebut sudah selama beberapa waktu terakhir berhenti beroperasi. Di sisi lain, Tami menyadari jika jika pelabuhan tersebut sudah beroperasi maka akan banyak kapal-kapal besar yang masuk dan berpotensi mengancam kegiatannya mencari ikan.
Meski demikian, ia mengaku tidak mempermasalahkan hal tersebut dan berharap dengan adanya pelabuhan tersebut bisa memberikan suatu pengembangan terhadap kehidupan nelayan di sekitarnya.
Tami sendiri mengaku tidak tahu secara pasti kapan pelabuhan tersebut akan mulai dioperasikan. Terlebih lagi, ia juga tidak pernah mencari informasi secara spesifik. Namun, menurutnya sebentar lagi mungkin pelabuhan tersebut akan mulai dibuka.
Pasalnya, dari hasil pengamatannya setiap hari selalu saja ada rombongan dari institusi pemerintah datang untuk meninjau lokasi pelabuhan tersebut.
Sementara itu, Silpi, salah satu pedagang makanan di area pelabuhan tersebut menyebutkan bahwa ia berharap mendapatkan satu kios permanen apabila pelabuhan tersebut sudah mulai dioperasikan.
Kios tersebut akan digunakan untuk berdagang makanan dan minuman sebagaimana yang ada sepajang Pantai Glagah. Ia sendiri saat ini menempati kios non permanen di sudut pelabuhan tersebut.
Menurutnya, ia berhak mendapatkan jatah kios pada masa mendatang karena sebelumnya ia memiliki lahan pertanian yang kemudian dijadikan pelabuhan ini. Meski berharap mendapatkan kios secara cuma-cuma tetapi ia sendiri tidak merasa keberatan jika harus menyewa kios tersebut nantinya.
“Asal harganya terjangkau dan pelabuhannya ramai tidak masalah,” urainya.
Jika pelabuhan benar-benar difungsikan sebagai pusat kegiatan kelautan dan tempat bersandar kapal-kapal besar maka dipastikan akan memberi rezeki pula bagi beberapa pedagang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal KA Bandara YIA Xpress Sabtu 23 Mei 2026 dari Stasiun Tugu Jogja menuju Bandara YIA lengkap dengan tarif dan jam keberangkatan.
Prakiraan cuaca DIY Sabtu 23 Mei 2026 didominasi hujan ringan di Jogja, Sleman, Bantul, dan Kulon Progo.
Film Jangan Buang Ibu karya Leo Pictures akan menggelar Gala Premiere di 20 kota termasuk Yogyakarta sebelum tayang 25 Juni 2026.
Fathul Wahid bukan dikenal sebagai penyair. Dia akademisi, Guru Besar Sistem Informasi, dan Rektor UII. Justru karena itulah puisinya terasa menarik.
DSI resmi jadi BUMN baru pengelola ekspor SDA. Siap kendalikan sawit, batu bara, dan ferro alloy mulai 2026.