Daftar Harga BBM 6 Oktober 2026 di Pertamina, Shell, Vivo, BP
Cek harga BBM 6 Oktober 2026 di Pertamina, Shell, Vivo, dan BP-AKR. Pertalite Rp10.000, Pertamax Rp15.950 per liter.
JIBI/Harian Jogja/Desi Suryanto Sejumlah sukarelawan mengevakuasi pohon Randu Alas yang tumbang di areal parkir Kebun Binatang Gembira Loka, Rejowinangun, Yogyakarta, Rabu (30/03/2016). Sejumlah pohon berukuran besar tumbang akibat tiupan angin kencang yang terjadi di kawasan itu, sejumlah kios-kios pedagang oleh-oleh di kebun binatang tersebut mengalami rusak, dua orang meninggal dunia dan belasan wisatawan dan warga mengalami luka-luka.
Cuaca ekstrem mendekati musim pancaroba ini rawan dengan angin kencang, petir dan hujan lebat
Harianjogja.com, SLEMAN– Angin kencang kembali menyapu sebagian wilayah di Kecamatan Moyudan dan Godean, Kamis (31/3/2016). Dampaknya, lima rumah warga mengalami kerusakan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman pun meningkatkan kewaspadaan menghadapi cuaca ekstrim akhir-akhir ini.
Kepala BPDB Sleman Julisetiono Dwi Wasito menjelaskan angin kencang berlangsung sekitar pukul 13.30 WIB di dua wilayah berbeda. Di Sumberagung Moyudan tiga rumah mengalami kerusakan masing-masing milik Siti Mubaidiah, 49, Siti Kusidasi, 45, dan Winarsih, 45 seluruhnya warga Kedung Banteng.
Sapuan angin kencang juga menerpa Sidoagung Godean dan merusak dua rumah warga masing-masing Bibit Supriyo, dan Tutik. "Tiga rumah di Moyudan rusak sementara di Godean dua rumah akibat pohon tumbang. Sebagian pepohonan tumbang di jalan. Namun tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut," kata Julisetiono.
Pihaknya mengimbau agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan menghadapi gangguan cuaca saat ini. BPBD, katanya, bersama tim reaksi cepat, relawan, dan aparat telah meningkatkan kesiapsiagaan.
"Ini ditunjukkan dengan kecepatan mitigasi bencana yang kami lakukan. Setiap kejadian di berbagai tempat harus segera ditangani untuk meminimalisasi korban jiwa,” jelasnya.
Juli mengingatkan, ancaman yang masih akan terjadi di Sleman selama musim pancaroba ini meliputi angin kencang, petir, hujan lebat yang berpotensi menyebabkan banjir dan longsor. Untuk itu, dia meminta warga masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan terhadap ancaman bahaya tersebut.
"Kewaspdaaan yang utama dalam memasuki masa-masa seperti ini. BPBD langsung menangani setiap bencana bekerjasama dengan, relawan, aparat dan masyarakat,” terangnya.
Untuk menghindari bahaya angin kencang, ia meminta kepada masyarakat untuk tidak berada di pohon dan bangunan yang berpotensi tumbang. Guna menghindari korban banjir, warga diminta mengungsi ke tempat yang aman bila terjadi aliran deras di sekitar sungai. Untuk bahaya petir, dia meminta agar warga tidak berada di bawah pohon atau ruang terbuka.
"Peralatan elektronik sebaiknya dimatikan saat hujan disertai petir berlangsung. Ini untuk menghindari bencana,” jelasnya.
Sementara itu Koordinator Stasiun Klimatologi dan Radar Cuaca BMKG DIY, Joko Budiyono menepis adanya isu badai yang akan melanda daerah Jawa seperti yang tersebar di media sosial maupun broadcast. Dia menjelaskan, kejadian angin kencang pada Rabu (30/3/2016) lalu merupakan dampak dari munculnya pusat tekanan rendah atau LPA (low pressure area) yang muncul di sekitar perairan selat Bali.
”Pertemuan massa udara ini mendukung pembentukan awan-awan hujan. Termasuk imbasnya di Jawa,” jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Cek harga BBM 6 Oktober 2026 di Pertamina, Shell, Vivo, dan BP-AKR. Pertalite Rp10.000, Pertamax Rp15.950 per liter.
BPS DIY mencatat 40% penduduk dengan pengeluaran terendah menyumbang 16,91% konsumsi per Maret 2026. Fenomena downgrading turut disoroti.
WJNC 2026 dinilai bukan sekadar karnaval, tetapi ruang kebersamaan warga. Tahun ini WJNC mengusung tema Gana Kalajaya dan masuk Top 10 KEN.
The Social Reckoning karya Aaron Sorkin mengungkap sisi gelap Facebook, algoritma, dan The Facebook Files melalui Frances Haugen dan Jeff Horwitz.
Indonesia membangun ekosistem plasma nasional untuk memenuhi kebutuhan obat derivat plasma dan mengurangi ketergantungan impor.
Tiga tahun agresi Israel membuat Gaza kehilangan rumah, pekerjaan, layanan publik, dan akses kebutuhan dasar. Lebih dari 74.245 warga Palestina tewas.