WJNC 2026 di Titik Nol Jogja, Bukan Sekadar Pertunjukan Budaya

Ariq Fajar Hidayat
Ariq Fajar Hidayat Kamis, 08 Oktober 2026 23:27 WIB
WJNC 2026 di Titik Nol Jogja, Bukan Sekadar Pertunjukan Budaya

Suasana WJNC 2026 di kawasan Titik Nol, Kota Jogja, pada Rabu (7/10/2026) malam. Ist/ Pemkot Jogja

Harianjogja.com, JOGJA—Wayang Jogja Night Carnival (WJNC) 2026 dinilai bukan sekadar pertunjukan seni dan budaya. Karnaval yang digelar dalam rangka HUT ke-270 Kota Jogja tersebut juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk berkumpul, menikmati pertunjukan, sekaligus memperkuat kebersamaan.

Ketua DPRD DIY Nuryadi menyampaikan apresiasi tersebut saat menghadiri WJNC 2026 di kawasan Titik Nol Jogja, Rabu (7/10/2026) malam. Menurutnya, kemeriahan karnaval yang melibatkan berbagai kemantren dan peserta dari luar daerah menjadi hiburan bagi warga maupun wisatawan.

"Kita bisa bersama-sama menyaksikan perayaan HUT ke-270 Kota Yogyakarta. Pertunjukan yang disuguhkan sangat memukau dan tentu menjadi hiburan bagi masyarakat, baik warga Kota Yogyakarta maupun masyarakat DIY dan sekitarnya," ujar Nuryadi.

Nuryadi berharap suasana kebersamaan dan kemeriahan yang tercipta melalui WJNC 2026 dapat terus dipertahankan. Ia juga mengingatkan pentingnya keamanan dan ketertiban agar masyarakat dapat menikmati seluruh rangkaian acara dengan nyaman dan penuh kegembiraan.

WJNC ke-10 Usung Gana Kalajaya

WJNC 2026 menjadi penyelenggaraan ke-10 sejak pertama kali digelar pada 2016. Pada tahun ini, karnaval mengusung tema Gana Kalajaya yang terinspirasi dari karya Sri Sultan Hamengku Buwono X dengan pesan ora mingkuh, yakni tidak menghindar dan pantang menyerah dalam menghadapi tantangan.

Pesan tersebut diterjemahkan oleh 14 kemantren se-Kota Jogja melalui berbagai unsur pertunjukan. Mulai dari kostum, tari, musik, properti hingga koreografi ditampilkan dalam parade WJNC 2026.

Selain peserta dari 14 kemantren, WJNC juga dimeriahkan delegasi dari luar daerah. Masing-masing delegasi membawa karakter budaya dari daerahnya dalam rangkaian karnaval tersebut.

Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X mengatakan WJNC 2026 memiliki capaian tersendiri karena masuk dalam 10 Top Kharisma Event Nusantara (KEN) 2026. Menurutnya, predikat tersebut menjadi kebanggaan sekaligus tanggung jawab untuk menjaga kualitas dan terus menghadirkan inovasi.

"Wayang Jogja Night Carnival ke-10 tahun 2026 masuk Kategori 10 Top Kharisma Event Nusantara, kebanggaan yang menuntut kita menjaga mutu dan inovasi," kata Paku Alam X.

Kisah Ganesha dalam Gana Kalajaya

Paku Alam X menjelaskan Gana Kalajaya mengisahkan kelahiran Dewa Ganesha. Sosok tersebut digambarkan memiliki badan manusia, kepala gajah dan gading yang patah.

Ganesha kemudian berhasil menaklukkan raja raksasa Prabu Nilarudraka dan diangkat menjadi dewa dengan gelar Bethara Gana.

Menurut Paku Alam, semangat dalam kisah tersebut selaras dengan karakter Jogja sebagai Kota Pelajar. Ilmu yang diperoleh para pelajar dari berbagai daerah di Jogja, menurutnya, perlu diwujudkan menjadi kecakapan dan pengabdian kepada masyarakat.

"Ilmu menjadi hidup jika dijalankan. Para pelajar datang dari penjuru negeri untuk menimba pengetahuan di kota ini," ujarnya.

Nilai tersebut juga dinilai sejalan dengan filosofi Hamemayu Hayuning Bawana, yakni menjaga kemakmuran dan kelestarian kehidupan.

Paku Alam berharap WJNC dapat menjadi media untuk mengenalkan kisah tradisi dan nilai luhur kepada masyarakat. Di sisi lain, karnaval tersebut juga diharapkan menjadi ruang untuk berkreasi sekaligus mempererat keakraban.

Rute WJNC 2026 Berubah

WJNC 2026 menggunakan rute yang berbeda dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya. Parade diberangkatkan dari halaman Gedung DPRD DIY, kemudian melintasi Jalan Malioboro hingga Titik Nol Kilometer yang menjadi pusat pertunjukan utama.

Perubahan rute tersebut memberikan ruang yang lebih luas bagi masyarakat dan wisatawan untuk menyaksikan parade. Dengan demikian, pertunjukan dapat dinikmati lebih banyak penonton di sepanjang jalur karnaval.

Tidak hanya membawa pesan seni dan budaya, WJNC 2026 juga menyertakan kepedulian terhadap lingkungan. Sejumlah properti menggunakan material daur ulang, sementara panitia juga menyediakan water station dan melakukan pengelolaan sampah selama acara berlangsung.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online