Wamenkeu Juda Agung Ungkap Arah Fiskal 2027 dan Target 6 Persen
Kebijakan fiskal 2027 tetap pro-growth dengan target pertumbuhan 6% dan defisit 2,4% PDB, namun pemerintah menjaga kehati-hatian fiskal.
Peresmikan Layanan Terpadu Satu Atap Penempatan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (LTSA P2TKI) di Kantor Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), Kalasan, Kamis (31/3/2016). (Abdul Hamid Razak/JIBI/Harian Jogja)
Perlindungan TKI dilakukan oleh Layanan Terpadu Satu Atap Penempatan dan Perlindungan TKI DIY
Harianjogja.com, SLEMAN- Malaysia menjadi tujuan favorit tenaga kerja indonesia (TKI) selain wilayah Amerika. Warga Bantul tercatat paling banyak menjadi TKI untuk wilayah DIY.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) DIY, Andung Priadi Santoso menjelaskan, dalam lima tahun terakhir warga DIY yang bekerja sebagai TKI memilih Malaysia sebagai tujuan kerjanya.
Data tersebut berasal dari data penempatan TKI asal DIY berdasarkan negara tujuan. Antara 2010–2015, katanya, paling banyak TKI asal DIY bekerja di Malaysia. Jumlahnya mencapai 10.966 TKI. Tujuan terbanyak ke dua, Amerika Serikat sebanyak 2.070 TKI.
"Yang paling sedikit bekerja di Qatar hanya 177 TKI saja," ujarnya di sela-sela peresmian Layanan Terpadu Satu Atap Penempatan dan Perlindungan TKI DIY yang terletak di Jalan Sambisari No. 311A Juwangen Purwomartani Kalasan, Kamis (31/3/2016) lalu.
Dia melanjutkan, selama dua tahun terakhir, pemberangkatan TKI DIY didominasi warga Bantul. Selama 2014, jumlah warga Bantul yang menjadi TKI sebanyak 1.040 orang. Jumlahnya menurun dibandingkan dengan pengiriman TKI pada 2015 sebanyak 576 orang. Meski turun, jumlah tersebut masih urutan pertama dibandingkan empat daerah lainnya di DIY.
Posisi terbanyak kedua diisi oleh warga Sleman. Jika pada 2014 jumlah TKI asal Sleman 871 orang, pada 2015 jumlah yang berangkat menyusut menjadi 421 orang. Sementara warga Kulonprogo menempati posisi ketiga, 814 orang (2014) dan 508 orang (2015).
Disusul Kota Jogja 716 orang (2014) dan 181 orang (2015), sementara warga Gunungkidul yang bekerja di luar negeri sebanyak 367 orang (2014) dan 170 orang (2015).
Dari jumlah tersebut, remitansi TKI formal di DIY cukup besar. Selama 2015 saja, remitansinya mencapai Rp322 miliar hanya dari 1.841 orang TKI. Bahkan, para purna TKI mampu mengembangkan ekonomi di daerah asalnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kebijakan fiskal 2027 tetap pro-growth dengan target pertumbuhan 6% dan defisit 2,4% PDB, namun pemerintah menjaga kehati-hatian fiskal.
Jadwal KRL Solo-Jogja Jumat 9 Oktober 2026 tersedia dari Stasiun Palur mulai pukul 05.00 WIB. Cek jadwal lengkap tiap stasiun.
Jadwal KRL Jogja-Solo Jumat 9 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap tiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Dokter mikrobiologi klinik Andrew Adhytia Lieputra mengingatkan penggunaan masker, vaksinasi, dan kebersihan tangan bantu cegah influenza tipe A.
BPS DIY mencatat 40% penduduk dengan pengeluaran terendah menyumbang 16,91% konsumsi per Maret 2026. Fenomena downgrading turut disoroti.
WJNC 2026 dinilai bukan sekadar karnaval, tetapi ruang kebersamaan warga. Tahun ini WJNC mengusung tema Gana Kalajaya dan masuk Top 10 KEN.