UJIAN NASIONAL : Penyebar Soal UN Bukan Dari Jogja, Lalu?

Uli Febriarni
Uli Febriarni Rabu, 13 April 2016 09:55 WIB
UJIAN NASIONAL : Penyebar Soal UN Bukan Dari Jogja, Lalu?

JIBI/Harian Jogja/Desi Suryanto Sejumlah siswa mengerjakan soal ujian saat mengikuti Ujian Nasional hari pertama di Sekolah Luas Biasa (SLB) Negeri 1 Bantul di jalan Wates, Bantul, DI. Yogyakarta, Senin (04/04/2016). Sebanyak tujuh siswa tuna rungu mengikuti UN dengan tidak ada banyak kendala. Sebagian besar siswa dari SLB ini memilih melanjutkan ke perguruan tinggi seperti di Institut Seni Indonesia Yogyakarta ataupun ke Universitas Islam Negeri (UIN) Yogyakarta.

Ujian nasional yang beredar di LINE terus diusut.

Harianjogja.com, JOGJA-Kepala Ombudsman Republik Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (ORI DIY) Budhi Masturi menyebutkan, salah satu dari puluhan foto soal Ujian Nasional (UN) 2016 yang dilaporkan sejumlah siswa peserta UN, teridentifikasi bukan dari DIY.

Hasil identifikasi tersebut berdasarkan angka yang ditemukan dari barcode [kode batang] yang ada pada tubuh soal. Saat ditanya mata pelajaran soal yang berhasil teridentifikasi itu, Budhi belum dapat memberikan keterangan lebih lanjut.

Langkah yang kemudian diambil adalah melaporkan hasil identifikasi ini kepada ORI tingkat pusat, untuk dapat diserahkan kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. ORI sedianya akan terus melakukan pemantauan terhadap proses pengusutan pengunggah soal UN ke media sosial, sampai keseluruhan bukti yang ada berhasil terungkap.

"Kami perlu mengapresiasi upaya Disdikpora DIY, harapannya komitmen ini terus dipegang oleh Disdikpora. Ke depan kami berharap adanya perbaikan sistem, yang mengakomodasi hak-hak belajar siswa, kami bukan fokus kepada sanksi bagi pelaku, melainkan kepada perbaikan sistem ke depan," kata dia.

(Baca Juga : http://www.harianjogja.com/baca/2016/04/12/ujian-nasional-soal-beredar-di-line-latarbelakangnya-meja-bertaplak-batik-709482">UJIAN NASIONAL : Soal Beredar di Line, Latarbelakangnya Meja Bertaplak Batik)

Kepala Disdikpora DIY Kadarmanta Baskara Aji menuturkan, pihaknya akan terus berkomitmen mengawal UN di Jogja tetap berintegritas, salah satunya memberikan bantuan yang sekiranya diperlukan oleh ORI DIY. Soal UN berbasis kertas, imbuh dia, harus disimpan setidaknya selama satu bulan, karena sifatnya yang rahasia.

"Kalau sampai ada siswa yang bisa memotret soal, maka bukan hanya siswa tersebut yang melakukan kesalahan, melainkan juga pengawas ruangan, kenapa itu bisa terjadi," ujar dia.

Sebelumnya diketahui, ORI DIY menerima adanya laporan dari salah seorang siswa peserta Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) 2016, bahwa ada aktivitas tanya jawab soal UN di sebuah grup obrolan Line, pada Kamis (7/4/2016) lalu, dalam percakapan terunggah pula sejumlah foto soal UN berbasis kertas.  Pada Senin (11/4/2016) kembali dilaporkan ada puluhan foto soal Ujian Nasional (UN) 2016 berbasis kertas yang beredar dalam grup percakapan Line. Selain puluhan butir soal, muncul pula foto soal beserta pembahasan dan jawaban dalam grup tersebut.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Artikel Penulis