Gunung Lawu Terbakar, Habitat Macan Tutul hingga Babi Hutan Terancam
Kebakaran hutan lindung Gunung Lawu di Ngawi mengancam habitat macan tutul, elang hitam, menjangan hingga babi hutan.
Sesosok mayat pria ditemukan mengambang di Pantai Ngunggah Purwosari Gunungkidul, Rabu (13/4/2016) pagi. (Foto Istimewa)
Kisah tragis ini terjadi pada pasangan ayah dan anak tiri
Harianjogja.com, BANTUL- Penemuan mayat ibu dan anak di salah satu kamar hotel di Parangtritis yang berkaitan dengan mayat laki-laki yang mengapung di Pantai Gunungkidul kini sudah jelas.
Baca juga : (http://www.harianjogja.com/baca/2016/04/14/penemuan-mayat-mayat-di-gunungkidul-adalah-ayah-tiri-sekaligus-kekasih-gelap-mayat-di-parangtritis-710525" target="_blank">PENEMUAN MAYAT : Mayat di Gunungkidul Adalah Ayah Tiri, Sekaligus Kekasih Gelap Mayat di Parangtritis)
Mayat laki-laki diketahui bernama Satriotomo Prayitno atau Yoyok merupakan pasangan gelap dari mayat perempuan yang ditemukan di kamar hotel di Parangtritis yang diketahui bernama Marina. Adapun balita yang juga ditemukan tewas sekamar dengan Marina merupakan anak hasil hubungan gelap mereka yang diketahui bernama Velsia Cinta Ashara.
Yoyok diketahui beralamat di Dusun Kaliputih, Singorojo, Kendal, Jawa Tengah. Yoyok adalah ayah tiri dari Marina.
Yoyok memiliki istri sah, Martiah. Ketika mereka menikah, Martiah sudah memiliki anak, Marina.
Menurut keterangan polisi yang didapat dari Martiah, hubungan gelap antara suami dan anaknya tersebut sudah ia ketahui sejak tahun 2014.
“Istri Yoyok memang sudah mengetahui hubungan gelap mereka sejak tahun 2014, ketika masalah ini akan diselesaikan secara kekeluargaan, namun Yoyok dan Marina kemudian melarikan diri,” ujarnya, Kamis (14/4/2016).
Yoyok yang diketahui sebagai seorang penganguran saat meninggalkan rumah bersama Marina kemudian diketahui mengontrak di sebuah rumah di Ungaran, Jawa Tengah. Namun selama ini juga masih menggantungan hidupnya kepada sang istri yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga.
“Selama Martiah masih mengirimkan sejumlah uang kepada, setiap bulan ia mengirim 1 juta rupiah, namun dengan melihat gelagat Satrio yang tidak bertanggung jawab Martiah kemudian tidak mengirim uang lagi sejak dua bulan lalu,” imbuh Kompol Supardi.
Kapolsek Kretek Bantul Kompol Supardi mengungkapkan hasil autopsi yang tidak menunjukan adanya kekerasan dan luka luar, kemudian dengan ditemukannya barang bukti berupa obat pembasmi serangga, pihak kepolisian menduga bahwa pasangan ini memang berencana untuk mengakhiri hidup bersama.
“Motifnya memang sangat susah untuk dicari, karena kunci permasalahan ada pada pasangan tersebut, mungkin bisa karena tekanan ekonomi atau bisa hal lain,” ujar Kompol Supardi.
Namun karena Martiah sudah meyakini bahwa ketiga jenazah yang ada di RS Sardjito merupakan keluarga, kemudian jenazah untuk selanjutnya akan dibawa ke Kendal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kebakaran hutan lindung Gunung Lawu di Ngawi mengancam habitat macan tutul, elang hitam, menjangan hingga babi hutan.
Menlu Sugiono akan membawa pesan ketahanan global dalam Sidang Umum PBB ke-81, termasuk isu Palestina dan reformasi PBB.
PHRI Sleman mengungkap sejumlah kendala peningkatan wisatawan dan okupansi hotel, mulai efisiensi anggaran hingga investasi dan event besar.
Update medali Asian Games 2026, Indonesia telah mengoleksi 13 medali, terdiri dari 1 perak dan 12 perunggu.
Korban dugaan keracunan MBG di Bawang, Batang, mencapai 276 orang. Pemkab mengancam menutup SPPG jika terbukti lalai.
Manunggal Cup 2026 diikuti 36 tim Karang Taruna Kulonprogo dan diharapkan melahirkan bibit atlet voli menuju Porda DIY 2027.