Kemelut Ijazah Gibran Rakabuming Raka, KPU Surakarta Jelaskan Proses Verifikasi 2020
KPU Surakarta menegaskan verifikasi ijazah Gibran saat Pilkada 2020 dilakukan sesuai prosedur melalui kementerian dan Bakorwil VII.
Tim Identifikasi dari Laboratorium Forensik melakukan olah TKP ulang di depan UD Dadi, Jalan Kebonagung, Dusun Kronggahan, Sendangadi, Mlati, Sleman, Senin (18/4/2016) pukul 13.00 WIB. (Sunartono/JIBI/Harian Jogja)
Simpastian PPP dilempar bom saat kegatan PPP di Sleman ditindaklanjuti DPW PPP
Harianjogja.com, SLEMAN - Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) DIY membentuk tim khusus untuk membantu kepolisian dalam mengungkap kasus tewasnya simpatisan partai berlambang kakbah tersebut. Polisi tengah mengerahkan seluruh daya guna menangkap pelaku karena peristiwa itu menjadi perhatian publik.
(Baca juga : http://cms.solopos.com/?p=711667">KONFLIK SIMPATISAN : Polisi Sudah Periksa 6 Saksi Kasus Pelemparan Peledak Simpatisan PPP)
Simpatisan PPP bernama Didin Suparyanta, 17, warga Bolawen, Tlogoadi, Mlati, Sleman tewas karena dilempar bahan peledak oleh orang tak dikenal saat pulang dari mengikuti acara Tabligh Akbar PPP, Minggu (17/4/2016).
Tim Labfor Mabes Polri bersama Polda DIY melakukan olah TKP ulang pada Senin (18/4/2016), menemukan jelaga, mesiu dan serpihan kertas, kain di tubuh korban maupun sekitar TKP. Hingga Rabu (20/4/2016) polisi masih memeriksa delapan saksi.
Ketua DPW PPP DIY Syukri Fadholi menjelaskan, pasca kejadian yang mengakibatkan meninggalkan simpatisan PPP pihaknya mengintruksikan kepada seluruh kader di DIY untuk tetap tenang. Partai menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus itu kepada polisi untuk mengungkap dan menangkap pelaku.
Pihaknya tidak memberikan target kepada polisi sampai kapan harus tertuntaskan. Alasannya, karena polisi dinilai telah memahami bahwa kasus itu cukup menjadi perhatian sehingga ia percaya akan serius ditangani secara cepat. "Karena ini bisa berpengaruh kepada stabilitas daerah, kami percayakan pada polisi," tegasnya, Rabu (20/4/2016).
Syukri menambahkan, selain itu di jajaran DPW PPP telah membentuk tim khusus dalam kaitan menangani kasus tersebut. Selain jajaran DPW, tim ini beranggotakan sejumlah kader daerah untuk mencermati dan mengawal perkembangan kasus.
Pentingnya tim ini adalah, selalu siap untuk membantu kepolisian jikwa sewaktu-waktu dibutuhkan dalam kaitan mendapatkan informasi terbaru. Bahkan, kata dia, jiwa polisi masih kekurangan saksi guna mencari petunjuk, tim akan mengusahakan mencarikan saksi maupun pihak lain yang bisa dimintai keterangan demi menambah kevalidan data penyelidikan tanpa melakukan intervensi terhadap kepolisian.
Menurut Syukri, hal itu telah dilakukan ketika mendapatkan closed circuit television (CCTV) dari salahsatu tempat usaha tak jauh dari tempat kejadian perkara (TKP). CCTV tersebut, kata dia, didapatkan tim dari PPP kemudian bersama-sama diambil bersama kepolisian untuk menambah data pengungkapan.
"Waktu itu saya kesana beberapa jam setelah kejadian. Kader kami ada yang menyampaikan kalau tak jauh dari lokasi ada CCTV. Lalu kita ambil bersama-sama kepolisian untuk menambah data. Intinya kami dari DPW selalu siap sewaktu-waktu jika dimintai bantuan polisi dalam kasus ini," tegas dia.
Terpisah Kasat Reskrim Polres Sleman AKP Sepuh Siregar menjelaskan, untuk menangani kasus yang menjadi perhatian publik Polres Sleman juga telah membentuk tim khusus. Bahkan dibantu dari Polda DIY.
Memasuki hari ketiga pasca kejadian pihaknya masih berupaya mengumpulkan keterangan sebanyak-banyaknya untuk menyelidiki siapa pelaku pelempar bahan peledak tersebut. Selain itu, pihaknya juga menunggu kesimpulan hasil laboratorium forensik sebagai data pendukung agar tidak mentah di kemudian hari.
"Masih kita cari [siapa pelakunya]. Pokoknya kita mengumpulkan keterangan sebanyak-banyaknya," tegas dia kemarin.
Orangtua korban, Walgiyono sangat berharap polisi bisa menangkap pelempar bahan peledak yang menewaskan anak keduanya itu. Ia ingin pelaku dihukum seberat-beratnya. Almarhum Didin, kata dia, secara sukarela bergabung menjadi simpatisan PPP sejak pertengahan 2015 silam.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KPU Surakarta menegaskan verifikasi ijazah Gibran saat Pilkada 2020 dilakukan sesuai prosedur melalui kementerian dan Bakorwil VII.
Jadwal KA Bandara YIA Sabtu, 10 Oktober 2026, tersedia 24 perjalanan dari YIA ke Stasiun Tugu dan sebaliknya. Cek jam keberangkatan lengkapnya.
Jadwal KRL Solo-Jogja Sabtu, 10 Oktober 2026, dari Stasiun Palur hingga Jogja/Tugu. Simak waktu keberangkatan di setiap stasiun.
Jadwal KRL Jogja-Solo Sabtu 10 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap tiap stasiun dan tarif tiket Rp8.000.
Pentagon menyiapkan opsi operasi militer tiga hari terhadap Iran. Trump menyebut negosiasi masih berlangsung, sementara Teheran mengajukan proposal perdamaian.
Google Cloud memperkenalkan agen AI Gemini yang bisa membantu mengolah informasi, membuat konten, coding, hingga mengelola pekerjaan bisnis.