CUACA EKSTREM : Puting Beliung di Sleman, Puluhan Rumah di Mlati Rusak

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Sabtu, 07 Mei 2016 16:20 WIB
CUACA EKSTREM : Puting Beliung di Sleman, Puluhan Rumah di Mlati Rusak

Angin puting beliung di Mlati Sleman menimbulkan sejumlah kerusakan (Abdul Hamied Razak/JIBI/Harian Jogja)

Cuaca ekstrem berupa bencana puting beliung terjadi di Sleman.

Harianjogja.com, SLEMAN- Bencana angin puting beliung masih melanda sejumlah kecamatan di Sleman. Akibatnya, puluhan rumah mengalami kerusakan akibat tertimpa pepohonan yang tumbang. Total kerugian ditaksir di atas Rp50 juta.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman Julisetiono Dwi Wasito mengatakan, angin kencang yang terjadi pada Jumat (6/5/2016) siang hingga sore melanda sejumlah kecamatan.

"Angin kencang terjadi pada pukul 14.30 hingga 14.45 WIB atau hanya 15 menit saja tetapi kerusakan yang terjadi cukup banyak," kata Julisetiono, Sabtu (7/5/2016).

Di wilayah Mlati, angin kencang melanda Desa Sumberadi. Tercatat 55 pohon tumbang, 35 rumah rusak ringan (RR), tujuh rumah rusak sedang (RS) dan satu rumah rusak berat (RB). Selain merusak rumah-rumah warga, sebanyak empat kandang ternak juga roboh dan satu sarana pendidikan rusak.

"Ini wilayah yang paling parah kerusakannya di banding dua wilayah lainnya," katanya.

Di Kecamatan Gamping, angin kencang juga melanda Desa Banyuraden. Di wilayah tersebut tercatat delapan pohon yang tumbang, satu rumah RR dan satu kandang ternak rusak. Sebelah Barat Gamping, yakni di Desa Margomulyo, Kecamatan Seyegan, sebanyak 12 pohon tercatat tumbang. Beruntung tidak ada rumah warga, kandang dan bangunan lainnya yang rusak.

"Angin kencang juga melanda Desa Triharjo, Sleman. Dari lokasi ini hanya terdapat dua pohon yang tumbang dan satu rumah RR akibat tertimpa pohon," jelasnya.

Akibat bencana tersebut, BPBD Sleman mencatat jumlah total pohon yang tumbang mencapai 77 Pohon. Sementara kerusakan rumah warga, 47 RR, tujuh RS dan satu RB. Adapun sarana pendidikan yang rusak berjumlah satu unit dan kandang ternak lima unit. "Total kerugian sementara kami taksir di atas Rp50 juta," kata dia.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online