Ramadan dan Lebaran, Telkomsel Prediksikan Kenaikan Traffic 15%
Telkomsel mematangkan persiapan menghadapi periode Ramadan dan Idulfitri (Rafi) 2024.
Dari kiri ke kanan, Sugit Tedjo Mulyono selaku Kepala Bulog Divre Jogja, Arief Budi Santoso selaku Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jogja, Bambang Kuncoro selaku Direktur Pemasaran Bank BPD DIY, dan Walikota Jogja Haryadi Suyuti meresmikan kios Segoro Amarto di Pasar Beringharjo, Sabtu (14/5/2016). (Bernadheta Dian Saraswati/JIBI/Harian Jogja)
Harga kebutuhan pokok di Jogja dikendalikan salah satunya dengan peluncuran Kios Segoro Amarto
Haranjogja.com, JOGJA-Dalam rangka mengendalikan inflasi, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Jogja mendirikan kios pengendalian harga komoditas pangan. Kios bernama Segoro Amarto ini menempati lokasi di lantai satu sisi timur Pasar Beringharjo dan diresmikan pada Sabtu (14/5/2016).
Segoro Amarto merupakan bentuk upaya pengendalian inflasi dengan cara menyediakan komoditas bahan pangan dengan harga stabil dan terkendali. Kios ini merupakan hasil kerjasama antara pemerintah Kota Jogja, Bank Indonesia, Perum Bulog Divre Jogja, dan Bank BPD DIY.
"Segoro Amarto tidak untuk menjadi pesaing pedagang di pasar," kata Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jogja, Arief Budi Santoso, Sabtu pagi.
Sementara itu, Direktur Pemasaran Bank BPD DIY Bambang Kuncoro mengatakan, harga di Segoro Amarto bisa menjadi referensi pedagang di Beringharjo. Mereka akan melihat, mengapa harga mereka bisa lebih mahal dari harga di kios.
"Biasanya karena pedagang punya tanggungan kredit sehingga harga lebih mahal. Nah, BPD beri solusi dengan KUR sembilan persen sehingga pedagang dapat kredit lebih murah dan juga bisa jual barang lebih murah dan sesuai standar," katanya, Sabtu.
Walikota Jogja Haryadi Suyuti menegaskan bahwa kios ini bukan ajang kulakan pedagang. Tujuan utamanya untuk referensi harga dan mengendalikan inflasi. "Jadi jangan salah anggap kalau itu untuk operasi pasar," pintanya.
Sementara itu Kepala Perum Bulog Divre Jogja Sugit Tedjo Mulyono siap menyuplai beras untuk kios Segoro Amarto. Harga yang digunakan merupakan harga komersial dan lebih rendah dari harga pasar, meski harganya tidak terlampau jauh.
"Kalau kios ini hadir dengan harga yang jauh lebih rendah di awal, maka bisa meresahkan pedagang yang sudah memiliki banyak stok. Bisa ganggu stabilitas," tuturnya.
Menurutnya ada komoditas yang harganya sama dengan harga di pasaran seperti gula dan beras merah, dan beras mentik wangi. Beras merah dan mentik wangi tidak berpengaruh pada inflasi.
Untuk sementara waktu, Segoro Amarto menyediakan beras kualitas premium dan medium, minyak goreng, dan gula pasir, meski dalam perkembangannya nanti komoditas strategis dan komoditas penyumbang inflasi lainnya juga akan disediakan. Rencananya kios ini akan dioperasikan setiap Sabtu dan Minggu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Telkomsel mematangkan persiapan menghadapi periode Ramadan dan Idulfitri (Rafi) 2024.
Empat anggota keluarga ditemukan tewas saat camping di Temanggung. Polisi menyelidiki dugaan keracunan makanan barbeque.
Rute penerbangan Jember-Surabaya kembali dibuka mulai 1 Juni 2026 untuk mendukung konektivitas dan pertumbuhan ekonomi Tapal Kuda.
Relawan Katolik membantu pengamanan Salat Iduladha 1447 H di Bantul, Sleman, dan Kulonprogo sebagai simbol toleransi lintas iman di DIY.
Film Disclosure Day karya Spielberg dipuji sebagai yang terbaik dalam 20 tahun, tampilkan Emily Blunt memukau dan cerita UFO penuh misteri.
Petani tembakau dan cengkeh menolak aturan kemasan rokok polos dari Kemenkes. Mereka khawatir kebijakan ini mengancam ekonomi jutaan petani.