KBD 2026 Solo Sasar 3 Kelurahan, Talud dan Saluran Air Dibantu TNI
KBD Tahap III-V Solo menyasar Gandekan, Tipes dan Semanggi dengan perbaikan talud, pavingisasi dan saluran air untuk cegah genangan.
Beberapa Usaha Mikro, kecil, dan Menengah (UMKM) mengikuti pameran yang digelar oleh BPD DIY di The Sahid Rich Jogja Hotel, Kamis (21/1/2016). (Bernadheta Dian Saraswati)
Sentra usaha kecil, Joglo Kembar Monjali diresmikan
Harianjogja.com, SLEMAN- Sentra usaha kecil menengah (UKM) terus didirikan di Sleman. Kali ini, Joglo Kembar Monjali yang berada di sisi Timur area wisata Monumen Jogja Kembali (Monjali), Ngaglik, diresmikan, Selasa (24/5/2016).
Menurut Kepala Dinas Pasar (Dinsar) Sleman Tri Endah Yitnani, pembangunan galeri tersebut merupakan program revitalisasi Pasar Monjali yang awalnya pasar tradisional.
Usai direvitalisasi, pasar tersebut saat ini dimanfaatkan sebagai sentra UKM Sleman yang dikelola secara modern dan profesional melalui Usaha Masyarakat Kecil Menengah Development Center (UMKM DC).
Endah mengatakan, operasionalnya Galeri Joglo Kembar Monjali tersebut melibatkan 178 UKM binaan baik UKM kerajinan maupun kuliner.
Pelibatan kedua sektor UKM tersebut, katanya, karena pangsa pasar terhadap kuliner dan kerajinan di DIY sangat tinggi.
"Itu disebabkan Jogja sebagai salah satu destinasi wisata. Makanya, Joglo Kembar ini diharapkan mampu mewadahi UKM yang ada untuk mengenalkan produknya,” kata Endah di sela-sela peresmian sentra UKM itu.
Dia mengatakan, revitalisasi pasar yang dilakukan selama ini dibagi menjadi tiga kelompok. Kelompok pertama merupakan pasar besar yang potensial. Umumnya diupayakan dan dikelola oleh BUMD.
Kelompok kedua, pasar yang sedang dipertahankan dan dikembangkan agar mampu bersaing dengan toko modern. Sedangkan kelompok ketiga adalah pasar kecil yang direvitalisasi atau dialihfungsikan, dikerjasamakan, atau bahkan dihapus.
Pasar Monjali tersebut, ujarnya, termasuk kelompok ketiga. Sebuah pasar kecil yang dialihfungsikan dan dikerjasamakan dengan UMKM DC. Dalam pembangunannya juga melibatkan BUMN PT. Perusahaan Gas Neggara (Persero) melalui kegiatan corporate social responsibilitynya (CSR).
"Pasar ini dipoles dan direvitalisasi agar dapat membantu serta mengangkat potensi UKM disekitar DIY khususnya di Sleman," jelas Endah.
Direktur PT. PGN Denny Praditya mengungkapkan, PT. PGN sebagai salah satu perusahaan BUMN yang bergerak di bidang pengelolaan gas bumi berkomitmen untuk menjalankan program tanggung jawab sosial dan lingkungan kepada masyarakat.
Keberadaan Joglo Kembar, katanya, sebagai salah satu wujud komitmen dalam program kemitraan dan bina lingkungan. "Kami berpartisipasi untuk memberdayakan masyarakat dan memberikan stimulan untuk mengembangkan kewirausahaan,” ungkap Denny.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KBD Tahap III-V Solo menyasar Gandekan, Tipes dan Semanggi dengan perbaikan talud, pavingisasi dan saluran air untuk cegah genangan.
Jadwal SIM Keliling Bantul September 2026 lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, serta syarat perpanjangan SIM A dan SIM C.
Kepatuhan PKB di Jateng baru 54%. Dari 17 juta kendaraan, tunggakan pajak mencapai Rp2,4 triliun dan opsen Rp900 miliar.
Aviary dome Gunungkidul di Giritirto baru 17%. Proyek ditargetkan rampung Desember 2026 dan seluruh kawasan diproyeksikan selesai 2029.
BMKG memprakirakan cuaca berawan hingga hujan ringan di sejumlah wilayah Indonesia serta mengingatkan potensi awan cumulonimbus.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Senin 21 September 2026 tersedia 10 perjalanan dari Stasiun Tugu dan Kutoarjo.