GELOMBANG TINGGI PANTAI SELATAN : Kapal Nelayan Diparkir di Depan Warung Makan

Jum'at, 27 Mei 2016 12:31 WIB
GELOMBANG TINGGI PANTAI SELATAN : Kapal Nelayan Diparkir di Depan Warung Makan

Kapal nelayan di Pantai Depok yang harus di parkir hingga depan warung-warung makan karena gelombang tinggi yang terjadi dalam beberapa hari ini. Kamis (26/5/2016). (Yudho Priambodo/JIBI/Harian Jogja)

Gelombang tinggi pantai selatan di Bantul membuat nelayan harus memarkir kapal di depan warung makan

Harianjogja.com, Bantul - Gelombang tinggi laut selatan masih melanda beberapa kawasan pantai di Bantul hingga saat ini. Salah satunya Pantai Depok, terjangan gelombang bahkan menyebabkan satu kapal milik nelayan patah menjadi dua.

Kemudian untuk mengantisipasi terjangan ombak kini para nelayan harus menarik kapal miliknya dan memarkirkan di depan warung-warung makan yang ada di kawasan pantai yang berjarak kurang lebih 20 meter dari bibir pantai.

Anggota Search And Resque Pantai Depok, Partono mengatakan Tim Sar dan para nelayan sudah bergerak cepat untuk mengantisipasi gelombang besar yang terjadi beberapa hari ini. Berbeda dengan gelombang tinggi yang terjadi di pantai-pantai di daerah lain, gelombang tinggi yang terjadi di Pantai Depok tidak sampai menyebabkan kerusakan yang parah.

“Kemarin waktu gelombang tinggi kami langsung melakukan evakuasi terhadap kapal nelayan, kami tarik kapal-kapal mundur sampai 15 meter, kapal diparkir sampai depan warung-warung makan itu. Untuk kerusakan yang terjadi ya satu kapal patah, selain itu tidak ada,” katanya, Kamis (26/5/2016).

Menurut dia, gelombang tinggi yang terjadi di laut selatan merupakan fenomena alam biasa dan sudah menjadi siklus alam. Hampir setiap bulan pasti ada gelombang besar, hanya saja dalam beberapa hari ini gelombang memang lebih besar, tinggi gelombang mencapai lima sampai tujuh meter.

Meskipun ombak besar hal tersebut tampaknya tidak mengurangi minat wisatawan untuk datang mengunjungi pantai. Hanya saja Tim Sar secara khusus selalu memberikan imbauan bahwa ombak yang terjadi di pantai masih tinggi sehingga para pengunjung tidak diperkenankan untuk mandi di laut.

“Pengunjung biasa saja, tidak berkurang. Namun dengan gelombang yang masih tinggi dan pengunjung yang banyak kita juga harus lebih waspada lagi. Untuk imbauan selalu kami berikan melalui pengawasan langsung dan juga melalui pengeras suara,” kata Partono.

Salah satu nelayan Amin mengatakan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan ia dan nelayan lain terpaksa harus tidak melaut dalam beberapa hari ini. “Ya gimana mau melaut ombaknya sangat besar, jadi lebih amannya besok saja saat gelombang sudah tidak terlalu besar,” katanya.

Sementara itu menurut informasi yang diperoleh dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta, tinggi gelombang di pantai selatan masih akan terjadi antara tanggal 23-28 Mei, dengan ketinggian gelombang mencapai empat sampai enam meter dengan kecepatan angin rata-rata 10-20 knot.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online