PENATAAN SARKEM : Pedagang Tak Perlu Resah, Pemkot Siapkan Lahan Baru

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Kamis, 02 Juni 2016 11:53 WIB
PENATAAN SARKEM : Pedagang Tak Perlu Resah, Pemkot Siapkan Lahan Baru

HARIANJOGJA/GIGIH M. HANAFI Wisatawan melintasi proses eksekusi rumah milik Suwarto dengan menggunakan alat berat di Jalan Pasar Kembang, Jogja, Kamis (13/9). Sengketa lahan antara pihak Suwarto dan hotel asia-africa itu semula diproses di PT dan MA yang membuat Suwarto kalah. Lahan itu diminta diserahkan ke Asia-Africa Hotel. Eksekusi pertama dilakukan pada 2006 eksekusi namun gagal. Yang berikutnya pada 2008, 2009, dan Juni 2012. Eksekusi kelima pada 2012, Selasa (17/7), yang juga gagal.

Penataan Sarkem akan dilakukan untuk pedagang

Harianjogja.com, JOGJA-Walikota Jogja Haryadi Suyuti meminta pedagang Pasar Kembang tidak resah dengan adanya rencana penataan dari PT.Kereta Api Indonesia (KAI). Ia akan bertanggung jawab mencarikan lahan jika memang pedagang itu mengantongi izin resmi berjualan.

“Maka kita data dulu berapa pedagang yang punya izin, kalau ada izinnya akan kita bahas mencarikan lokasi berjualan,” kata Haryadi Suyuti di Balai Kota Jogja, Rabu (1/6/2016) sore.

Haryadi mengakui kawasan Jalan Pasar Kembang masuk dalam rencana penataan kawasan untuk mendukung kawasan Malioboro. Pedagang yang ada di kawasan tersebut pun perlu ditata. Saat ini pihanya masih perlu mendata jumlah pedagang sekaligus mendata status lahan yang ditempati pedagang selama ini. “Saya akan bicara dengan PT.KAI,” tegasnya.

Data dari Paguyuban Pedagang Pasar Kembang, di kawasan tersebut ada 85 pedagang. Mereka mengklaim memiliki legalitas berjualan berupa Kartu Bukti Pedagang (KBP) dari Dinas Pengelolaan Pasar Kota Jogja. Selama ini mereka rutin membayar retribusi dengan besaran Rp2.400-5.400 per kios per hari. Mereka juga membayar iuran kebersihan setiap harinya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online