KEKERASAN SLEMAN : Motif Penyerangan Rumah Makan Jelang Sahur Diduga Konflik Antar Geng

Sunartono
Sunartono Senin, 06 Juni 2016 18:02 WIB
KEKERASAN SLEMAN : Motif Penyerangan Rumah Makan Jelang Sahur Diduga Konflik Antar Geng

Kondisi Rumah Makan Toek Pitoe usai terjadinya penyerangan oleh sekelompok geng motor di Mangunan, Harjobinangun, Pakem, Sleman, Senin (6/6/2016). (Foto istimewa)

Kekerasan Sleman terjadi berupa penyerangan di sebuah rumah makan

Harianjogja.com, SLEMAN- Penyerangan Rumah Makan Toek Pitoe, Jalan Pakem - Turi, Dusun Mangunan RT04/RW06 Harjobinangun, Pakem, Sleman, Senin (6/6/2016) dini hari saat jelang sahur diduga karena konflik antar geng.

Pemilik makan, Agus Rujito, 52, mengaku terkejut akibat kejadian tersebut. Penyebabnya, karena ia termasuk pengurus salah satu partai dan merasa tidak pernah memiliki masalah dengan siapapun.

Tetapi, selepas penyerangan itu terjadi, ia menanyakan kepada anak-anak yang sebelumnya nongkrong di warungnya. Ternyata mereka ada para pelajar juga yang dugaannya memiliki masalah dengan pelaku penyerangan.

"Ternyata anak-anak yang nongkrong ini membawa masalah di rumah," ujarnya, Senin (6/6/2016).

Menurut dia, warungnya memang kerap menjadi lokasi nongkrong para pelajar, mulai dari Turi, Pakem dan Cangkringan. Sehingga dirinya tidak curiga ketika Senin (6/6/2016) dinihari, datang para remaja itu ke warungnya untuk makan sahur bersama.

"Anak saya juga ada waktu itu," kata dia.

Kini Agus menyerahkan penanganan kasus itu sepenuhnya kepada polisi. Tidak ada korban luka dari peristiwa itu, namun hanya kerusakan di dalm warung dan sepeda motor.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online