INFO MUDIK 2016 : Komunitas Tugu Sediakan Peta dan Tempat Istirahat Gratis

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Senin, 04 Juli 2016 19:55 WIB
INFO MUDIK 2016 : Komunitas Tugu Sediakan Peta dan Tempat Istirahat Gratis

Arus lalu lintas di perempatan Tugu Pal Putih, Kamis (5/5/2016) siang. (NIna Atmasari/JIBI/Harian Jogja)

Info mudik 2016 dari Jogja, Komunitas Tugu menyediakan peta dan tempat istirahat gratis

Harianjogja.com, JOGJA-Bagi wisatawan yang melintas sekitar Tugu Jogja dan belum mengetahui kondisi Jogja jangan khawatir nyasar. Tengoklah sebuah tenda putih di pojok barat Tugu ada sejumlah relawan yang siap menjelaskan semua informasi tentang Jogja.

Bahkan mereka juga menyediakan tempat istirahat gratis untuk sementara bagi wisatawan yang tidak bisa menginap di hotel atau yang membutuhkan. Tempat istirahat wisatawan selama libur lebaran ini berlokasi di dalam pendopo Sekolah Menengah Pertama (SMP) Taman Dewasa Jalan AM Sangaji (Sisi Selatan kantor Harian Jogja).

Tempat istirahat sementara bagi wisatawan itu juga dilengkapi dengan toilet. Di pendopo tersebut juga ada tiga orang warga Cokrodiningratan yang berjaga, ketiganya merupakan pengurus Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Cokrodiningratan.

Para relawan yang berjaga di Posko Tugu juga merupakan bagian dari Pokdarwis Cokrodiningratan. "Temat istirahat yang kami sediakan tidak untuk menginap, hanya untuk sekedar istirahat," kata Ketua Posko Tugu, Suherkitanto disela-sela membagikan peta wisata Jogja.

Selin itu melalui pengeras suara, relawan ini juga aktif memberikan informasi kepadatan lalu lintas di beberapa ruas jalan kepada para pengguna jalan yang melintas sekitar Tugu. Tidak hanya itu, setidaknya 60 lembar peta wisata dan lokasi kuliner Jogja habis dibagikan pengendara khususnya yang berplat nomor luar daerah Jogja.

Saat membagikan peta, Suherkitanto ditemani Hadi Widodo, dan Bayu Neba Asmara. Selain ketiga orang tersebut, masih ada 9 relawan lainnya yang bertugas secara bergantian selama 24 jam di Posko Tugu. Dalam peta tersebut terdapat puluhan lokasi wisata katagori sejarah, museum, pendidikan, wisata kuliner, wisata belanja, sampai kampung wisata.

Kegiatan Suherkitanto dan teman-temannya ini tanpa bayaran. Mereka sudah melakukan aksi serupa sejak sejak 2007 silam. Saat itu sejumlah warga dari kampung Cokrodiningratan, Cokrokusuman, dan Jetisharjo melamun di suatu malam saat tengah meronda. Mereka ingin memberikan manfaat buat orang lain.

"Akhirnya muncullah ide membuka posko pelayanan wisatawan yang sekarang disebut Posko Tugu," kenang Suhartanto. Tadinya, kata dia, tidak fokus di Tugu, namun khusus libur lebaran dipusatkan di Tugu dan bergabung dengan Jogobaran yang juga warga Cokrodiningratan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online