Siswi Sekolah Rakyat Sragen Meninggal, Sempat Demam dan Kejang
Siswi Sekolah Rakyat Sragen meninggal setelah demam, muntah, dan kejang. Ia sempat menjalani pemeriksaan sebelum dirujuk ke rumah sakit.
Coklat Yogya (JIBI/Harian Jogja/dok)
Kuliner Jogja berikut oleh-oleh unik yang dapat jadi alternatif.
Harianjogja.com, JOGJA -- Coklat mungkin bukan makanan asli Indonesia. Namun, bahan baku ini mencoba ditampilkan berbeda sebagai kudapan ringan yang manis. Coklat Yogya, terinspirasi jajanan anak-anak menjadi salah satu makanan kecil yang digemari oleh anak muda. Bahkan, banyak dibawa para mahasiswa Jogja dari luar kota untuk dijadikan oleh-oleh untuk keluarga.
Coklat Yogya yang kali pertama berproduksi awal tahun 2016 ini mencoba menawarkan camilan unik berbahan baku coklat dan aneka camilan yang dikemas dalam wadah berbentuk mini toples dan tak jarang snack ini dikenal dengan nama choco jar. Meski masih dijual secara online lewat akun Instagram, @coklat_yogya, namun peminat makanan ringan ini juga berasal dari berbagai kota di Indonesia.
"Konsumen kami kebanyakan anak SMA dan mahasiswa. Karena mungkin menurut mereka makanan ini unik," ujar Siska Humaira pemilik Coklat Yogya.
Sejak awal berdiri, pesanan jajanan kekinian ini terus menarik banyak pembeli. Meski makanan yang dikemas unik dengan mini toples semakin banyak dipasaran, bahkan dibanjiri produk dari luar kota, namun snack ini masih menarik banyak pembeli asal Jogja. Jogja gudangnya bisnis kuliner, karena kota wisata ini selalu menawarkan aneka jenis oleh-oleh baru.
Menjelang puasa, Siska mengaku pesanan semakin meningkat. Akhir Mei lalu, coklat unik ini dipesan hingga ribuan botol dalam satu bulan. Harga yang dijual hanya berkisar mulai dari Rp10.000 sampai Rp20.000 per botol. "Selain ada reseller, banyak juga pelanggan yang beli untuk bingkisan oleh-oleh untuk dibawa ke kampung halaman," imbuh Siska.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Siswi Sekolah Rakyat Sragen meninggal setelah demam, muntah, dan kejang. Ia sempat menjalani pemeriksaan sebelum dirujuk ke rumah sakit.
Kelok 23 Bantul akan diuji coba 14-20 September 2026. Bupati Bantul mengingatkan warga agar tidak menyerobot lahan untuk bangunan liar.
Nilai ekspor cabai DIY mencapai Rp749,9 juta pada 2026, lebih dari dua kali lipat dibandingkan 2025 meski frekuensi pengiriman menurun.
Pemda DIY mengevaluasi Regol Ayom Malioboro dan menyiapkan desain ulang dengan mempertimbangkan kenyamanan pejalan kaki serta kondisi kawasan.
PSIM Jogja bersiap menghadapi Persebaya. Ondrej Rudzan ingin Laskar Mataram membenahi permainan dan membawa pulang poin dari Surabaya.
Lima penerima bantuan RTLH Sleman mengundurkan diri sehingga Rp68 juta anggaran tidak terserap. Sebanyak 461 unit rumah tetap direhabilitasi.