Rendah Hati, Probosutedjo Suka Bangun Pagar
Selain berfoto di gardu pandang, wisatawan Kalibiru juga bisa mencoba fasilitas permainan flying fox, Jumat (25/12/2015). Rima Sekarani/JIBI/Harian Jogja
Wisata Kulonprogo Kalibiru mendapat perhatian besar dari pengunjung.
Harianjogja.com, KULONPROGO -- Pengunjung di objek wisata Kalibiru, Kokap, Kulonprogo membludak pada hari kedua perayaan Idul Fitri, Kamis (7/7/2016). Akibatnya, antrean di spot foto yang menjadi andalan objek wisata ini ditutup sejak pukul 12.00 WIB.
Pengelola objek wisata Kalibiru, Parjan mengatakan pengunjung yang ingin mengantre berfoto di sejumlah spot tidak dapat lagi ditampung.
“Sudah ditutup antreannya,”ujarnya.
Ia menjelaskan antrean yang ada saat ini diperkirakan selesai dilayani pada pukul 18.00 WIB. Adapun pengelola telah menambah lima spot foto baru sebagai persiapan menghadapi libur Lebaran.
Pada hari kedua Idul Fitri, objek wisata yang menjadi populer karena spot foto selfie dengan pemandangan pegunungan Menoreh ini dikunjungi sekitar 2.000 pengunjung hingga tengah hari. Meski sebagian besar pengunjung paling berminat berfoto di rumah pohon yang ikonik, spot foto lain juga diserbu pengunjung.
Saking banyaknya antrean, wisatawan pada H+2 hanya dapat berfoto disatu lokasi. Sebagian besar wisatawan merupakan pengunjung yang datang dari luar DIY dan Jawa Tengah. Bahkan, sebagian pengunjung datang sejak pukul 06.00 WIB.
Parjan mengimbau masyarakat yang ingin berfoto ke objek wisata ini sebaiknya tiba di lokasi sepagi mungkin. Pasalnya, hingga tujuh hari mendatang, pengelola akan mendahulukan pengunjung yang menginap di lokasi baru, kemudian pengunjung yang datang paling pagi. Parjan memperkirakan selama libur Lebaran, antrean akan lebih cepat ditutup.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 1.021 warga Sleman gagal donor darah awal 2026, mayoritas karena Hb rendah. PMI pastikan stok aman.
Keributan misa GMS Bantul dipicu izin belum lengkap. Polisi mediasi kedua pihak, situasi kini kondusif dan tetap jaga toleransi.
Tawuran remaja di Magelang dipicu tantangan Instagram. Dua pelajar luka parah, lima pelaku diamankan polisi.
Polemik GMS Bantul berujung kesepakatan. Ibadah tetap boleh, namun wajib lengkapi izin. Polisi siap tindak pelaku intimidasi.
Survei Abacus Data: 80% warga Kanada nilai AS di jalur salah. Faktor Trump dan kondisi global jadi pemicu kekhawatiran.