Rendah Hati, Probosutedjo Suka Bangun Pagar
Sejumlah wisatawan menaiki perahu untuk menikmati keindahan alam di sekitar Laguna Pantai Glagah, Kecamatan Temon, Kulonprogo, Sabtu (9/7/2016). (Rima Sekarani I.N/JIBI/Harian Jogja)
Wisata Kulonprogo pada libur Lebaran lalu tidak memenuhi target
Harianjogja.com, KULONPROGO-Target jumlah kunjungan selama libur Lebaran yang ditetapkan oleh Pemkab Kulonprogo berakhir mengecewakan. Pasalnya, jumlah pengunjung selama 5 hari masa liburan tersebut hanya mencapai 52.069 wisatawan.
Sebelumnya, Pemkab Kulonprogo menargetkan 60.000 wisatawan yang akan berkunjung ke sejumlah objek wisata yang berada di bawah pengelolaan Pemkab. Kuat Tri Utomo, Kepala Seksi Objek dan Sarana Pariwisata Dinas Pariwisata Pemuda Olahraga (Disparpora) Kulonprogo mengatakan bahwa masa liburan yang cenderung lebih pendek memang merugikan bagi kunjungan sejumlah objek wisata.
“Tahun ini liburnya hanya 4 hari, jadi kunjungannya juga menurun,” jelasnya, Senin (11/7/2016). Meski demikian, Kuat mengatakan bahwa jumlah kunjungan tahun ini mengalami sedikit peningkatan dibanding tahun sebelumnya. Ia menyebutkan bahwa pada libur Lebaran tahun lalu terdapat 54.300 pengunjung selama 7 hari.
Adapun, objek wisata Pantai Glagah yang dijadikan penopang utama untuk mencapai target juga mengalami penurunan jumlah pengunjung. Jika sebelumnya Kuat optimis bahwa Glagah bisa menyumbang 70% dari total target pengunjung maka kenyataannya tahun ini hanya mencapai 59,8%.
Minimnya jumlah pengunjung bahkan membuat pengelola objek wisata pantai selatan ini tidak perlu melakukan rekayasa lalu lintas satu arah. Padahal, rekayasa ini telah disiapkan sebelumnya guna mengantisipasi membludaknya pengunjung yang datang berwisata ke pantai Glagah.
Sementara itu, pentas kesenian tradisional yang diadakan di sejumlah objek wisata juga tidak memberikan pengaruh signifikan pada jumlah pengunjung. Kuat menjelaskan bahwa memang sejak tahun-tahun sebelumnya pentas serupa tidak memberikan kontribusi yang berarti. Pasalnya, menikmati libur Lebaran merupakan tradisi yang sudah dilakukan masyarakat selama bertahun-tahun bahkan tanpa perlu diadakan pentas sekalipun.
Kuat menilai bahwa pentas hiburan sebaiknya dilakukan di musim-musim sepi wisatawan guna mendongkrak kunjungan wisata. Alternatif lain yakni dengan melakukan kerja sama dengan sejumlah pihak untuk mengadakan acara di sejumlah objek wisata tersebut.
Sementara itu, Bendahara Penerimaan Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Kulonprogo, Ruri Atmini Retno mengatakan bahwa pendapatan retribusi wisata selama libur Lebaran mencapai Rp260 juta. Angka tersebut lebih kecil dari target pemasukan sevesar Rp300juta.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 1.021 warga Sleman gagal donor darah awal 2026, mayoritas karena Hb rendah. PMI pastikan stok aman.
Keributan misa GMS Bantul dipicu izin belum lengkap. Polisi mediasi kedua pihak, situasi kini kondusif dan tetap jaga toleransi.
Tawuran remaja di Magelang dipicu tantangan Instagram. Dua pelajar luka parah, lima pelaku diamankan polisi.
Polemik GMS Bantul berujung kesepakatan. Ibadah tetap boleh, namun wajib lengkapi izin. Polisi siap tindak pelaku intimidasi.
Survei Abacus Data: 80% warga Kanada nilai AS di jalur salah. Faktor Trump dan kondisi global jadi pemicu kekhawatiran.