Harga BBM 8 Oktober 2026 Pertamina, BP, Vivo, dan Shell
Harga BBM Pertamina, BP-AKR, Vivo, dan Shell pada 8 Oktober 2026 masih sama seperti September. Simak daftar harga lengkapnya.
Petani Kacang di Dusun Srihardono, Pundong, Bantul, Jumat (15/7/2016). (Yudho Priambodo/JIBI/Harian Jogja)
Pertanian Bantul diharapkan menyesuaikan musim
Harianjogja.com, BANTUL- Dinas Pertanian dan Kehutanan (Dispertahut) Kabupaten Bantul mengimbau kepada para petani untuk menyesuaikan pola tanam menghadapi musim kemarau basah.
Pelaksana Tugas (plt) Kepala Dispertahut Kabupaten Bantul, Pulung Haryadi mengatakan meskipun sudah memasuki musim kemarau, hujan diperkirakan juga masih akan terjadi dengan demikian para petani harus bisa mengantisipasi hal tersebut
Ia mengatakan pihaknya juga telah memberikan informasi dan penyuluhan kepada para gabungan kelompok tani (gapoktan) untuk mengantisipasi terjadinya musim kemarau basah ini dengan melakukan pola tanam yang sesuai.
“Menghadapi musim kemarau basah ini untuk jenis padi dan jagung tidak terlalu terdampak, namun untuk jenis lain seperti tembakau jika hujan berturut-turut maka akan berdampak langsung,” katanya, Jumat (15/7/2016).
Lebih lanjut, Pulung mengatakan bagi petani bawang merah dalam menghadapi musim kemarau basah seperti ini sebaiknya menanam bawang jenis Tiron dan Crok kuning, pasalnya dua jenis tanaman tersebut yang terbilang cukup tahan dengan kondisi cuaca basah.
Selain itu tanaman jenis kacang juga bisa menjadi alternatif jenis tanaman yang cocok ditanam dalam musim kemarau basah ini.
“Jadi sebaiknya petani menggunakan varietas-varietas yang tahan dengan kondisi cuaca seperti ini dan tanaman yang tidak mudah terserang hama,” kata Pulung.
Semantara itu salah satu petani, Sumiyanto mengatakan memasuki musim seperti saat ini sangat spekulasi untuk melakukan penanaman. Ia mengaku sudah sejak tiga tahun dalam menghadapi musim kemarau basah ia tidak menanam tanaman palawija karena selalu gagal.
“Sudah tiga tahun saat musim kemarau basah saya berganti menanam kacang karena dirasa lebih mudah dibanding jenis lainnya seperti cabai atau bawang merah,” ujar Yanto.
Dikatakannya dalam satu tahun dirinya memang tiga kali menanam padi, untuk merotasi dan melalukan pemulihan tanah kemudian ia harus menanam jenis tanaman lain.
Ia mengatakan untuk mengantisipasi musim kemarau namun masih sering terjadi hujan seperti ini pintu pengairan irigasi harus ditutup sementara agar kualitas tanah tidak terlalu basah. “Karena untuk tanaman kacang jika terlalu banyak air juga tidak bagus,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Harga BBM Pertamina, BP-AKR, Vivo, dan Shell pada 8 Oktober 2026 masih sama seperti September. Simak daftar harga lengkapnya.
BNPB menghormati proses hukum KPK setelah operasi tangkap tangan di lingkungannya. Sebanyak 14 orang, termasuk Sestama BNPB, diamankan.
BYD memperkenalkan Flash Charging berdaya 1.500 kW yang diklaim mampu mengisi baterai 10-70 persen dalam lima menit.
Kemarau panjang di Gunungkidul membuat buah durian lebih sedikit rontok dan tanaman tembakau tumbuh subur. Petani berharap panen lebih maksimal.
ICRC memperingatkan eskalasi konflik Timur Tengah dapat menjadi bencana bagi puluhan juta orang dan mendesak perlindungan warga sipil.
Hashim Djojohadikusumo menyebut ekonomi abu-abu RI mencapai 30–40% ekonomi nasional dan menyoroti potensi penerimaan negara yang hilang.