Kemarau Panjang Justru Membawa Berkah bagi Petani Durian Gunungkidul

David Kurniawan
David Kurniawan Rabu, 14 Oktober 2026 13:17 WIB
Kemarau Panjang Justru Membawa Berkah bagi Petani Durian Gunungkidul

Seorang pekerja sedang melakukan pemeliharaan terhadap tanaman durian yang dibudidayakan di lahan di Padukuhan Jeruksari, Wonosari di Kapanewon Wonosari, Selasa (13/10). Harian Jogja/David Kurniawan.

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Kemarau panjang membawa dampak positif bagi petani hortikultura dan perkebunan di Kabupaten Gunungkidul. Minimnya hujan membantu pohon durian tumbuh lebih optimal dengan tingkat kerontokan calon buah yang berkurang, sementara tanaman tembakau berkembang dengan daun lebih lebat dan kualitas yang lebih baik.

Kondisi tersebut dirasakan Lukas Didit, petani durian di Padukuhan Jeruksari, Kapanewon Wonosari, Gunungkidul. Dari 86 pohon durian yang ditanamnya, seluruhnya tumbuh subur dan mulai berbuah dengan tingkat kerontokan yang jauh lebih rendah dibandingkan periode tahun-tahun sebelumnya.

Didit berharap kondisi cuaca yang masih kering dapat mendukung hasil panen durian pada musim ini. Menurut dia, minimnya hujan membuat bunga dan calon buah lebih terlindungi dari kerontokan.

“Tidak kena hujan, maka yang rontok lebih sedikit dan mudah-mudahan panennya bisa lebih maksimal,” kata Didit, Selasa (13/10/2026).

Kerontokan Berkurang

Didit menjelaskan curah hujan dapat memengaruhi perkembangan tanaman buah, terutama ketika pohon sedang berbunga dan mulai membentuk buah. Air hujan disebutnya dapat memicu kerontokan bunga maupun calon buah yang sedang tumbuh.

“Air hujan mengandung nitrogen sehingga dapat merontokan buah,” katanya.

Untuk mengatasi kerontokan tersebut, petani sebenarnya dapat memberikan pupuk yang mengandung kalsium dan boron. Kedua unsur tersebut menjadi bagian dari upaya perawatan tanaman agar bunga dan calon buah dapat berkembang dengan baik.

Namun, menurut Didit, kebutuhan pemupukan selama musim kemarau seperti sekarang relatif lebih sedikit dibandingkan ketika hujan mulai turun. Kondisi tersebut membuat perawatan pohon durian lebih mudah dilakukan untuk mendukung pertumbuhannya.

“Memang harus tetap dirawat agar dapat tumbuh dengan subur. Kalau sekarang lebih mudah karena hujan belum turun sehingga perkembangan pohon durian bisa lebih maksimal,” katanya.

Meski kondisi kemarau memberikan keuntungan, perawatan tetap diperlukan agar pohon durian tumbuh subur dan mampu menghasilkan buah secara optimal. Didit pun berharap rendahnya tingkat kerontokan dapat berlanjut hingga masa panen.

Tembakau Juga Diuntungkan

Dampak positif kemarau panjang terhadap sektor pertanian Gunungkidul juga terlihat pada tanaman selain durian. Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Rismiyadi, mengatakan kondisi cuaca kering dapat memberikan keuntungan bagi usaha pertanian hortikultura dan perkebunan.

Salah satu contohnya adalah tanaman tembakau di sentra budi daya Kapanewon Purwosari. Berdasarkan kondisi pertumbuhannya, tanaman tembakau di wilayah tersebut menunjukkan perkembangan yang baik, ditandai dengan daun yang tumbuh lebat sehingga hasilnya berpotensi memiliki kualitas lebih baik.

“Tanaman tembakau memang butuh air, tapi tidak banyak sehingga saat kemarau panjang seperti sekarang bisa lebih optimal,” katanya.

Kondisi serupa juga ditemukan pada pohon durian yang ditanam warga Gunungkidul. Berdasarkan pemantauan Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, tingkat kerontokan calon buah durian lebih rendah dibandingkan ketika musim hujan telah tiba.

Sinar Matahari Mendukung Pembuahan

Rismiyadi menjelaskan tanaman buah membutuhkan paparan sinar matahari yang optimal untuk mempercepat proses pembuahan. Sebaliknya, hujan dapat meningkatkan risiko kerontokan sehingga memengaruhi perkembangan calon buah.

Karena itu, kondisi kemarau yang masih berlangsung dinilai mendukung pertumbuhan dan pembuahan tanaman durian di Gunungkidul. Berkurangnya kerontokan calon buah diharapkan membantu petani memperoleh hasil panen yang lebih maksimal.

“Tanaman buah memang butuh paparan sinar matahari yang optimal untuk mempercepat pembuahan. Kalau terkena hujan, maka bisa rontok, tapi untuk sekarang jauh berkurang karena masih musim kemarau sehingga panen bisa maksimal,” katanya.

Bagi petani di Gunungkidul, kondisi cuaca tersebut menjadi peluang untuk mengoptimalkan produksi durian dan komoditas perkebunan lainnya. Meski demikian, perawatan tanaman tetap menjadi bagian penting untuk menjaga pertumbuhan hingga masa panen.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online