Mengapa Jogja Belum Hujan hingga Oktober? Ini Penjelasan BMKG
BMKG memprediksi musim hujan DIY mulai akhir November hingga Desember 2026. El Niño dan dinamika atmosfer-laut memengaruhi kondisi tersebut.
Kekerasan Sleman terjadi disebabkan oleh cemburu
Harianjogja.com, SLEMAN - Tindak pidana penganiayaan terjadi di sebuah warung makan Lodadi RT01/RW05 Umbulmartani, Ngemplak, Sleman, Senin (1/8/2016). Seorang pelaku Triyono, 40, nekat menikam korban berinisial WR, 35, dengan senjata tajam karena dilandasi rasa cemburu lantaran kedekatan dengan istrinya. Polsek Ngemplak secara resmi menahan Triyono atas kasus tersebut.
Triyono merupakan warga Tridadi, Sleman. Sedangkan WR adalah warga Kalikebo, Trucuk, Klaten. Bersama SA, istri tersangka, mereka mengelola warung makan di Umbulmartani, Ngemplak yang juga tempat kejadian perkara (TKP) kasus tersebut.
Kapolsek Ngemplak Kompol Sudargo menjelaskan, pihaknya sudah berupaya melakukan mediasi kasus tersebut. Akantetapi, kasus hukum terus dilanjutkan sesuai dengan laporan korban. "Sehingga hari ini kami resmi menahan terlapor [sudah ditetapkan tersangka], dengan jeratan Pasal 351 KUHP," terang Sudargo, Selasa (2/8/2016).
Ia menerangkan, kasus itu terjadi sekitar pukul 14.30 WIB, Senin (1/8/2016) di warung makan tempat mereka bekerja. Berawal ketika korban WR sedang melakukan aktifitas di dapur untuk memecahkan es batu menggunakan palu di dekat kompor. Secara tiba-tiba tersangka masuk ke dapur dan mengambil pisau yang berada di atas meja.
Tersangka Triyono langsung berupaya menikam leher korban. Keduanya pun ribut di dapur dengan posisi tersangka terus menyerang menggunakan pisau. Mendengar ribut di dapur, istri tersangka, SA, masuk ke dapur berupaya melerai. Akantetapi, karena emosi, tersangka pun sempat menganiaya SA.
Akibatnya, korban menderita luka bacok di pipi sebelah kiri, kepala bagian belakang, jari kelingking kanan dan kaki kanan bagian atas lutut. Sementara istri tersangka mengalami luka di tangan kiri dan ibu jari tangan kanan. Warga bersama karyawan warung makan lainnya pun membantu melerai tindakan yang dilakukan tersangka.
"Tersangka lebih dahulu sempat keluar masuk dapur seperti emosi, kemudian mengambil pisau dapur di atas telenan dan membacokkan ke arah leher dan badan korban," ungkap Kapolsek.
Panit Reskrim Polsek Ngemplak Iptu Tasngin menambahkan, korban yang menderita luka kemudian dilarikan ke RS Panti Nugroho untuk mendapat perawatan medis. Hasil penyelidikan kasus tersebut, tersangka nekat membacok dan menganiaya korban karena cemburu ketika melihat kedekatan istrinya dengan korban.
Tersangka berprasangka keduanya terlibat perselingkuhan. "Korban WR ini sebagai karyawan di warung tersebut. Tersangka ini merasa cemburu. WR dan SA sudah dipertemukan agar jaga jarak," ungkap dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BMKG memprediksi musim hujan DIY mulai akhir November hingga Desember 2026. El Niño dan dinamika atmosfer-laut memengaruhi kondisi tersebut.
Polisi memastikan ledakan di Pasar Cimanggis, Ciputat, bukan berasal dari bom. Dua orang meninggal dunia dan 11 lainnya mengalami luka-luka.
BP BUMN dan Danantara menyiapkan investasi Rp581 miliar untuk transformasi RSPP menjadi Indonesia Hospital dengan target penyelesaian pada pertengahan 2028.
Harga cabai merah besar dan rawit hijau di Sleman naik pada pekan kedua Oktober 2026. Harga rawit merah justru turun.
Peringatan Pertempuran 5 Hari Semarang di Tugu Muda dimeriahkan fragmentasi teater, lagu perjuangan, pembacaan sejarah, dan kembang api.
Perpres Nomor 27 Tahun 2026 mengatur biaya aplikasi ojol maksimal 8%, perjanjian kemitraan, jaminan sosial, dan layanan pengaduan.