PILKADA JOGJA : Dana Hibah RW Rawan Jadi Bahan Kampanye

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Senin, 08 Agustus 2016 20:55 WIB
PILKADA JOGJA : Dana Hibah RW Rawan Jadi Bahan Kampanye

Ilustrasi pemilihan umum kepala daerah (JIBI/Harian Jogja/Istimewa)

Pilkada Jogja yang akan digelar tahun depan, mulai dilakukan berbagai persiapan

Harianjogja.com, JOGJA-Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DIY menilai proses pencairan dana hibah Rp10 juta untuk tiap rukun warg (RW) pada akhir tahun ini rawan menjadi bahan kampanye, karena bertepatan dengan masa kampanye dalam pemilihan walikota dan wakil walikota (pilwalkot) Jogja 2017 mendatang.

"Pencairan dana hibah di tahun politik menjadi salah satu potensi pelanggaran dalam pilkada. Kami bersama Panwas Kota akan mengawasi ketat," kata Komisioner Bawaslu DIY Bidang Sumber Daya Manusia, Bagus Sarwono, saat dihubungi Minggu (7/8/2016).

Bagus mengatakan lembaganya tidak bisa menghentikan proses pencairan dana hibah yang sudah menjadi program Pemerintah Kota Jogja, karena jika dihentikan dikhawatirkan akan merugikan masyarakat. Namun demikian, ia meminta masyarakat ikut mengawasi proses pencairannya.

Pihaknya juga sudah mengirim surat imbauan kepada Walikota Jogja dan Bupati Kulonprogo yang akan menyelenggarakan Pilkada serentak pada Februari 2015.

Imbauan yang dikirim dua bulan lalu itu berisi agar bupati dan walikota tidak memanfaatkan program dan anggaran untuk kepentingan pemenangan dalam pilkada.

"Termasuk dana hibah dan bantuan sosial jangan sampai dimanfaatkan untuk kepentingan kampanye," ujar Bagus.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online