Di Bantul, 4 Jenis Barang Ini Dipantau
<p><em>Dinas Perdagangan Kabupaten Bantul, melakukan pemantauan stok kebutuhan pokok dengan fokus pada empat komoditas</em></p>
Ilustrasi hujan. (JIBI/Harian Jogja/Reuters)
Musim hujan diperkirakan mulai bulan depan.
Harianjogja.com, JOGJA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta memprediksikan awal musim hujan di wilayah DIY akan berlangsung pada dasarian ketiga atau akhir September.
"Periode kemarau basah akan segera berakhir pada akhir September dan langsung dilanjutkan dengan awal musim hujan," kata Koordinator Pos Klimatologi BMKG Yogyakarta, Joko Budiono seperti dikutip dari Antara Selasa (16/8/2016).
Joko mengatakan awal musim hujan di DIY akan ditandai dengan meningkatnya curah hujan mencapai 50-70 milimeter per dasarian dan akan mencapai puncaknya pada Januari hingga Februari 2017. Musim hujan di DIY akan berlangsung secara bertahap diawali dari Kabupaten Sleman Utara.
"Akhir September nanti dimulai dari Kabupaten Sleman Utara yang berturut-turut akan diikuti wilayah lain hingga paling akhir Gunungkidul Selatan," kata dia.
Menurut dia, pada pertengahan September DIY telah memasuki masa pancaroba yang pada umumnya terjadi gejala pancaroba berupa cuaca ekstrem serta mulai terjadi hujan dengan intensitas rendah.
Menurut dia masa transisi pergantian musim kemarau ke musim hujan (pancaroba) akan terjadi pada pertengahan September. Dalam masa transisi seperti itu, cuaca ekstrem dengan potensi hujan disertai angin kencang akan sering terjadi.
"Masyarakat diharapkan tetap waspada untuk mengantisipasi peristiwa longsor, pohon tumbang atau puting beliung yang berpotensi?selama pancaroba," kata dia.
Pada musim hujan tahun ini, menurut dia, masih disertai dengan kemunculan fenomena La Nina namun memiliki katagori sedang. "Akan berpengaruh pada semakin tingginya curah hujan, namun pengaruhnya tidak terlalu kuat," kata Joko.
Sementara saat ini, kata dia, sesuai pemantauan Pos Klimatogi masih terjadi anomali (gangguan) dinamika laut berupa naiknya suhu permukaan laut di Selatan Jawa yang mengakibatkan pembentukan awan hujan cukup besar terjadi.
"Dinamika laut seperti itu masih akan terjadi hingga dua bulan mendatang," kata Joko.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
<p><em>Dinas Perdagangan Kabupaten Bantul, melakukan pemantauan stok kebutuhan pokok dengan fokus pada empat komoditas</em></p>
DSI resmi jadi BUMN baru pengelola ekspor SDA. Siap kendalikan sawit, batu bara, dan ferro alloy mulai 2026.
Simak cara menyalakan genset saat listrik padam dengan aman agar terhindar dari korsleting dan kerusakan mesin.
Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY bekerja sama dengan DPRD DIY menggelar bedah buku Cerdas Mengolah Sampah Mandiri Bersama Komunitas
Cek jadwal terbaru KRL Jogja–Solo 23 Mei 2026. Berangkat tiap jam, tarif Rp8.000, rute Tugu–Palur lengkap.
Timnas Indonesia umumkan 44 pemain untuk FIFA Matchday Juni 2026. Cek daftar lengkap skuad vs Oman dan Mozambik.