WISATA JOGJA : Java: Cultural Wonders Dijadikan Brand Wisata Joglosemar

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Rabu, 31 Agustus 2016 01:20 WIB
 WISATA JOGJA : Java: Cultural Wonders Dijadikan Brand Wisata Joglosemar

Ilustrasi wisatawan Jepang. (JIBI/Harian Jogja/Antara)

Wisata Jogja perlu bersinergi

Harianjogja.com, SLEMAN - Target kunjungan wisatawan tidak akan tercapai tanpa adanya penguatan branding. Begitu juga dengan masalah pemasarannya. Sebagai salah satu dari sepuluh destinasi unggulan, poros Jogja, Solo, Semarang (Joglosemar) harus melakukan strategi tersebut.

Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) DIY Aris Riyanta mengatakan, kebutuhan destination branding merupakan keniscayaan. Baginya, meski ada persaingan antardaerah namun tidak ada batas wilayah administrasi untuk mengembangkan daerah wisata. Terbentuknya Joglosemar merupakan salah satu strategi untuk memenuhi target kunjungan 20 juta wisatawan mancanegara (wisman) pada 2019.

“Untuk itu, Joglosemar harus tetap harus bekerjasama memajukan destinasi wisatanya. Jadi tidak hanya berhenti pada saat proses brand diciptakan. Joglosemar harus melakukan strategi komunikasi pemasaran ,” katanya dalam kegiatan penyusunan strategi destinasi branding untuk Joglosemar di Hotel Eastparc, Seturan, Sleman, Selasa (30/8/2016).

Dia berharap, Kementerian Pariwisata mampu mempromosikan pariwisata Joglosemar ke mancanegara. Tidak hanya Borobudur yang telah dikenal dan merupakan ikon yang dianggap penting, namun juga destinasi lainnya di wilayah DIY.

“Joglosemar bukanlah sebagai sebuah destinasi, tetapi di dalamnya terdiri dari berbagai macam destinasi yang juga perlu ditonjolkan," imbuhnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online